Ketika 1.000 Pedagang Sayur Keliling Demo DPRD Palu

Ketika 1.000 Pedagang Sayur Keliling Demo DPRD Palu

- detikNews
Senin, 25 Apr 2005 14:45 WIB
Palu - Demonstrasi bukan monopoli mahasiswa dan buruh. Pedagang sayuran keliling juga bisa. Mereka mendemo DPRD Palu, gara-gara sering dipalak dan dipukuli oknum Satpol Pamong Praja (PP). Jumlah demonstran tidak sedikit. Mencapai sekitar 1.000 orang. Mereka mendatangi kantor DPRD Kota Palu sekitar pukul 10.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan mengendari sepeda motor dan sepeda pancal. Mereka berangkat dari perempatan Jl. Tanah Mea, Palu Barat melewati Jl. Hasanuddin dan Jl. Mohammad Hatta. Di DPRD Kota Palu, para pedagang sayur keliling ini diterima Ketua DPRD Rusdi Mastura. Selain membentangkan spanduk, mereka juga memajang sejumlah poster berisi tuntutan mereka. Isinya antara lain: "Kami pedagang sayur, bukan pedagang ganja, kami hanya butuh keadilan dan bubarkan Satpol PP." Sugiyono, salah seorang pedagang sayur di Pasar Inpres, Palu Barat mengatakan, selain jauh, jalan menuju pasar sayur Petobo itu rawan. Mereka berangkat membeli sayur pukul 01.00 WITA. Kembali dari sana mereka dipalak oleh preman. Sementara di pasar sayuran, mereka juga dimintai uang oleh sejumlah oknum Polisi Pamong Praja ditambah dengan retribusi resmi lainnya. Karena itu, para pedagang sayur memprotes kebijakan pemerintah Kota Palu yang memerintahkan agar mereka membeli sayuran di pasar Petobo, Palu Selatan yang berada di luar kota. "Selain jauh, sayuran di sana tidak lengkap. Padahal pelanggan kami sudah punya pesanan masing-masing," aku Sugiyono.Selama ini, para pedagang sayur membeli sayuran di Pasar Inpres yang letaknya di dalam kota. Selain dekat, murah dan aman, sayurannya lebih lengkap dari Pasar Petobo. Atas tuntutan itu, DPRD Kota Palu menyatakan menerima tuntutan mereka dan akan segeramenemui pemerintah kota. "Selama belum ada aturan baru yang keluar, silakan untuk tetap membeli sayuran di Pasar Inpres, Palu Barat," kata Ketua DPRD Kota Palu Rusdi Mastura. Sedangkan mengenai aksi preman para Polisi Pamong Praja, menurut Rusdi, akan segera dibicarakan Pemerintah Kota Palu ini. (asy/)


Berita Terkait