"Menjelang hari raya, yang terpenting di sini tidak boleh ada penimbunan sembako secara tidak sah. Yang harusnya beredar di masyarakat, (ditimbun) dengan maksud menjadi langka, maka dinaikkan harga, itu yang tidak boleh," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada wartawan di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).
Guna mengantisipasi penimbunan sembako, Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memantau distribusi sembako di lapangan. Polri siap menindak mereka yang sengaja menimbun sembako yang bertujuan agar harga sembako itu naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang Ramadan, biasanya ditemukan permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Polri akan mengawasi proses distribusi barang dan sembako itu, dari pemilik distributor hingga ke daerah atau wilayah.
"Iya benar-benar dari pemilik distributor apakah telah secara benar melakukan proses distribusi barang, daerah yang jadi wilayahnya. Nanti kerja sama dengan Bulog juga," kata Boy.
Selain dengan Kementerian Perdagangan, Polri berencana bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Menurut Boy, distribusi Bulog ini harus diawasi karena rawan akan permainan harga.
"Jadi memang distribusi Bulog ini harus diawasi karena rawannya ada permainan dari spekulan dari para pedagang yang dengan sengaja ingin merugikan masyarakat kita," tuturnya. (brt/fdn)











































