Polisi: Bus Rusak Sebelum ke Puncak tapi Diperintah PO Berangkat

Polisi: Bus Rusak Sebelum ke Puncak tapi Diperintah PO Berangkat

Farhan - detikNews
Selasa, 25 Apr 2017 14:45 WIB
Polisi: Bus Rusak Sebelum ke Puncak tapi Diperintah PO Berangkat
Bus yang kecelakaan (Farhan/detikcom)
Jakarta - Bambang Hernowo, sopir bus maut yang menabrak belasan kendaraan dan menewaskan 3 orang di Tanjakan Selarong, Puncak, Jawa Barat, masih ditahan di Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. Bambang mengakui bus tersebut memang tidak layak jalan.

"Dari pengakuan sopir, ternyata kerusakan bus memang sudah diketahui sebelumnya. Dia bahkan sempat memperbaiki bus pada malam hari sebelum berangkat. Dia tahu kalau kondisi mobil tidak laik jalan, tapi karena dia diperintah, akhirnya dia tetap berangkat dan angkut rombongan," ujar Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama di TKP Kecelakaan, Selasa (25/4/2017).

"Artinya, ada paksaan," tutur Hasby.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya itu, Hasby juga mengatakan bus tersebut sempat diperingatkan saat terjaring razia di KM 47 Jalan Tol Jagorawi dan disarankan memutar arah serta mengganti kendaraan jika tetap ingin mengarah ke Puncak.

"Anggota sudah sarankan supaya berbalik arah. Tapi dia tidak mau dianggap kalau polisi melarang masyarakat ke puncak, kita sudah sarankan untuk mengganti mobil, tapi nyatanya tetap mengarah ke Puncak," ujar Hasby.

Bus yang mengangkut puluhan pegawai garmen tersebut tetap melanjutkan perjalanan ke Ciloto. Hingga akhirnya, bus tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang. Bus milik PO HS Transport itu mengalami rem blong saat melewati jalan menurun di Tanjakan Selarong, Megamendung, Bogor, dan menabrak belasan kendaraan yang ada di depannya.

Dari hasil olah barang bukti yang dilakukan oleh kepolisian, ditemukan 10 kerusakan pada bus yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut.

Kerusakan yang ditemukan polisi antara lain:

1 Rem tidak berfungsi.
2 Header knalpot lepas (diikat kawat).
3. Delapan dari 10 propeller shaft/roda gila pada sistem transmisi kendur, sehingga perpindahan transmisi keras.
4. Gir transmisi persneling ke-2 patah karena upaya paksa oleh sopir untuk engine brake.
5. Rem angin tidak berfungsi karena komponen butterfly tidak terpasang.
6. Packing mesin bocor.
7. Damper pulley untuk membantu akselerasi dan deselerasi tidak ada.
8. Mekanik spelleng booster rusak sehingga kopling lengket.
9. Tidak ada rem tangan sama sekali (hanya tuas).
10. Pelindung kaliper rem tidak ada (kanvas rem jadi kotor dan basah). (rvk/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads