Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (25/4/2017), terhitung ada lebih dari 100 orang dari kubu kontra-Ahok yang berada di luar gedung. Mereka kompak mengenakan baju berwarna putih-putih. Sebagian ada pula yang memakai peci berwarna senada.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
"Mari kita ucapkan syahadat bersama-sama agar hati kita terbentengi," ucap pemimpin massa dengan pengeras suara.
Setelah melafazkan syahadat, mereka juga menyuarakan takbir bersama-sama dan diikuti pembacaan ayat suci Alquran.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Sedangkan di dalam ruang sidang, Ahok telah membacakan pleidoi yang dibuat sendiri. Lewat pleidoi, Ahok menegaskan tidak pernah menyampaikan pernyataan yang menebar kebencian.
"Selama mengikuti persidangan, memperhatikan realitas yang terjadi selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta, serta mendengar dan membaca tuntutan penuntut umum yang ternyata mengakui dan membenarkan saya tidak melakukan penistaan agama. Saya bukan penista atau penoda agama, saya juga tidak menghina suatu golongan apa pun," ujar Ahok membacakan pleidoi.
Ahok memaparkan banyak tulisan yang menyatakan dirinya menjadi korban fitnah. Apalagi jaksa penuntut umum dalam surat tuntutan mengakui adanya peran Buni Yani dalam perkara yang membuat dirinya menjadi terdakwa penoda agama. (nkn/fjp)












































Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom