Iran Ingatkan Libanon Berisiko Timbul Perang Saudara
Senin, 25 Apr 2005 13:10 WIB
Jakarta - Pemerintah Iran mengingatkan bahwa situasi di Libanon rapuh dan berisiko timbul perang saudara. Iran juga menuding Washington sedang berupaya menciptakan krisis di Libanon."Ada kemungkinan peningkatan perpecahan akan berubah menjadi perang sipil," ujar Presiden Iran Mohammad Khatami kepada pemimpin Partai Progresif Sosialis Libanon, Walid Jumblatt yang berkunjung ke Iran.Dikatakan Khatami, pemilihan umum yang akan digelar di Libanon hendaknya tidak menimbulkan perseteruan antara kelompok-kelompok berpengaruh di negeri itu. Demikian seperti diberitakan situs Aljazeera.com, Senin (25/4/2005).Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Kamal Kharrazi menuding pemerintah AS berusaha menciptakan krisis di Libanon. Menurutnya, rakyat Libanon mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri. "Amerika berusaha menciptakan krisis di Libanon dan mengeruk keuntungan dari situasi kritis di sana, sementara masalah Libanon harusnya diselesaikan oleh rakyatnya sendiri," ujar Kharrazi. Petinggi republik Islam itu menyatakan dukungannya atas kesatuan nasional Libanon. "Kami senantiasa mendukung kesatuan di kalangan kelompok-kelompok Libanon dan kami akan melanjutkan kebijakan ini," tandas Kharrazi.
(ita/)











































