Sebelum Jadi Duta Literasi, Yasmin Pernah Ditolak Sekolah

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 24 Apr 2017 16:36 WIB
Foto: Yasmin (Bahtiar-detikcom)
Serang - Yasmin Azzahra Rahman (17), penulis yang menderita Cerebral Palsy sempat kesulitan diterima di sekolah reguler. Ia dianggap berkebutuhan khusus dan mesti ditempatkan di sekolah khusus meskipun menjadi penulis dan Duta Literasi Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia.

Namun, lewat perjuangan panjang dan kegigihan Yasmin, akhirnya ia bisa bersekolah di sekolah inklusi reguler.Alpha Amirrachman, bapak dari Yasmin mengatakan anaknya sempat mengenyam pendidikan dasar di Belanda selama dua tahun.

Begitu pulang ke Indonesia, tidak ada sekolah reguler inklusi khususnya untuk anak berkebutuhan khusus mau menerima. Yasmin terus mendesak agar bisa sekolah di tempat anak-anak pada umumnya.

"SD di Belanda, terus sampai ke sini karena nggak ada sekolah reguler yang menerima dia karena sekolah inklusinya belum berjalan baik, akhirnya ke sekolah khusus dulu. Dia maunya ke sekolah reguler," kata Alpha saat menemani perbincangan detikcom dengan Yasmin Azzahra Rahman, Kota Serang, Senin (24/4/2017).

Tapi, lewat perjuangan panjang, sekarang Yasmin malah diterima di sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) umum di Tangerang Selatan. Sebuah sekolah inklusi yang menerima orang-orang dengan keterbatasan fisik. Ia diterima karena saat ini pemerintah betul-betul mendorong agar tidak ada stigma terhadap orang dengan kategori anak berkebutuhan khusus.

"Pada prinsipnya harus bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Karena sebelumnya ada stigma juga karena akan menurunkan ranking (sekolah). Padahal tidak boleh seperti itu. Karena setiap anak punya hak mendapatkan pendidikan," katanya.

Lewat sekolah tersebut, menurutnya masyarakat bisa menerima keberadaan orang-orang seperti Yasmin, anaknya. Yasmin juga bisa beradaptasi berkarya bersama-sama dengan masyarakat umum dan normal.

Di samping itu, keluarga saat ini bahkan terus mendorong agar Yasmin selalu berkarya lewat tulisan-tulisannya. Meskipun fisiknya kurang, Yasmin didorong untuk berimajinasi dan membaca karya-karya penulis terkenal di Indonesia.

"Kita terus mendorong menulis, jangan berhenti berimanjinasi. Saya dorong terus membaca karya penulis lain terus bertemu dan terinpirasi," ujarnya.

Meskipun Yasmin Azzahra Rahman mengalami Cerebral Palsy, ia saat ini menjadi Duta Literasi Anak Berkebutuhan Khusus. Ia dipilih karena lewat keterbatasan fisiknya mampu melahirkan karya-karya novel dan puisi. Tiga karya miliknya masing-masing My Story in Holland 1 & 2, From Holland With Love, diterbitkan oleh penerbit terkenal di Jakarta. Saat ini, Yasmin sendiri sedang menulis karya keempat sebuah novel tentang perjalanan seorang pelukis.

Yasmin ingin membuktikan bahwa meskipun fisiknya kekurangan, ia akan memberikan semangat ke anak-anak seperti dirinya.

"Jangan minder, jangan putus asa. Saya percaya kok setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Tinggal bagaimana aja kita menggunakan kelebihan itu," kata Yasmin dengan terbata-bata.

Dikutip dari berbagai sumber, Celebral Palsy merupakan gangguan motorik gerakan otot, fostur yang disebabkan cedera atau perkembangan abnormal di otak. Tanda gejala ini muncul selama kehamilan atau saat bayi dan pra sekolah. (bri/rvk)