detikNews
Minggu 23 April 2017, 15:56 WIB

Menteri PPA: Kasus Kekerasan Menurun Usai Ada UU Pidana Kebiri

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Menteri PPA: Kasus Kekerasan Menurun Usai Ada UU Pidana Kebiri Menteri PPA Yohana Yembise di Makassar (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yambise mencanangkan aksi penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia menyebut kasus kekerasan anak sudah menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Acara digelar di di Pantai Losari, Makassar, Minggu (23/4/2017). Dalam pencanangan ini yang dihadiri Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Makassar Andi Tenri Palallo, Menteri Yohana, sesuai tema kegiatan "Jelajah 3Ends" meminta semua lapisan masyarakat menghentikan kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan manusia (traficking) dan mengakhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan.

Dalam kegiatan "Jelajah 3Ends" ini, Menteri Yohana mengikuti aksi jalan sehat di kawasan car free day di Pantai Losari untuk mengajak masyarakat untuk menghentikan segala tindak kekerasan pada perempuan anak serta mendukung keseteraan gender dalam masyarakat.

Menteri PPA: Kasus Kekerasan Menurun Usai UU Ada Pidana KebiriFoto: Menteri PPA Yohana Yembise di Makassar (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)


Yohana dalam keterangan persnya menyebutkan kasus kekerasan pada anak seringkali dilakukan oleh orang terdekatnya, baik di rumah sendiri maupun di lingkungannya. Seringkali pula, kasus kekerasan pada anak tidak diproses hukum karena korban maupun keluarganya enggan melapor ke kepolisian.

"Tahun ini kasus kekerasan anak memang menurun jika dibandingkan tahun 2014-2015, sebelum UU Pidana Kebiri diberlakukan, tapi ini seperti fenomena gunung es, harus dideteksi dan ditangani secara serius, pelaku harus ditindak sesuai UU No 17 Tahun 2016, pelaku kekerasan anak bisa dipidana sampai hukuman mati, makanya kekerasan pada anak dan perempuan harus diakhiri," ujar Menteri Yohana.

(Baca juga: Perppu Kebiri Jadi UU, KPAI Berharap Kejahatan Seksual Anak Menurun)

Sementara menurut Wali Kota Makassar Ramdhan "Danny" Pomanto, pihaknya sangat mendukung program Kementerian PPA untuk melindungi perempuan dan anak dari kasus-kasus kekerasan. Terkhusus pada anak, Danny berharap keseriusan orang tua dan wali dalam keluarga melindungi anaknya dari potensi-potensi kekerasan pada anak, termasuk ancaman bahaya akses pornografi pada anak.

"Kami akan sosialisasikan program Jaga Anak Kita (Jaga Anakta) melibatkan pemuka agama, psikolog, mahasiswa dan lembaga lainnya untuk meminta pada setiap keluarga menjaga dan mencegah aksi kekerasan pada anak, khususnya untuk menghindari potensi-potensi rawan, seperti kasus pengedaran narkoba dan aksi pornografi di kalangan anak-anak," ujar Danny.

Danny juga menegaskan program Badan Usaha Lorong (Bulo) yang mengajak kaum ibu-ibu di lorong-lorong (gang) untuk mandiri secara ekonomi dengan aktif di usaha atau industri rumahan, sejalan dengan target Kementerian PPA untuk menghentikan ketidak-adilan akses ekonomi pada kaum perempuan.

Dalam kegiatan Jelajah 3Ends, Menteri PPA mengunjungi sejumlah lokasi, seperti mengunjungi Yayasan Hadji Kalla yang memberdayakan kaum perempuan yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh dan rumah susun sederhana yakni di Kel. Panambungan, Kec. Mariso. Di Panambungan Menteri Yohana berdialog dengan kaum ibu, yang mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangganya.

Setelah itu, Menteri Yohana meninjau lokasi shelter atau rumah aman untuk perlindungan perempuan dan anak, serta Lorong Ramah Anak, yang diinisiasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Makassar, di Jalan Sukaria, Kel. Tamammaung, Makassar.

"Yayasan shelter ini sesuai dengan yang saya pelajari di luar negeri, adanya rumah perlindungan pada korban kekerasan rumah tangga patut dijadikan role model, yang direplikasi daerah lain, wali kota dan stafnya di sini sudah memikirkan upaya perlindungan perempuan dan anak," pungkas menteri asal Papua ini.


(mna/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed