Insiden Penembakan di Senayan, 1 Perwira TNI Tewas

Insiden Penembakan di Senayan, 1 Perwira TNI Tewas

- detikNews
Senin, 25 Apr 2005 11:11 WIB
Jakarta - Seorang perwira TNI akhirnya tewas, setelah sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Perwira ini merupakan salah satu korban penembakan di Senayan oleh anggota TNI. Aksi penembakan itu dilakukan anggota TNI AD bernama BC, Minggu (24/4/2005) malam seusai melakukan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA). Kini, sang pelaku sudah ditahan Puspom TNI. Akibat insiden ini, empat anggota TNI lainnya terluka. Keempat korban luka kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani perawatan. Dua di antaranya harus masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD). Belum diketahui siapa nama keempat korban itu. Namun, salah satu di antara dua anggota TNI yang luka parah dan masuk ke UGD itu, akhirnya tidak tertolong, meninggal dunia. Korban tewas itu adalah salah seorang perwira pertama, bernama Letnan Satu (Lettu) Sri Tigo Kencono. Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (25/4/2005), nyawa Lettu Sri Tigo tidak tertolong, karena luka tembak yang mengenai tubuhnya sangat parah. Dia kehilangan banyak darah. "Tadi malam sudah dicarikan darah ke mana-mana, cuma masih kurang. Keluar darahnya sangat banyak. Sejak semalam kritis," kata sumber itu. Sampai pukul 11.00 WIB, jenazah Sri Tigo masih disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto. Rencananya, siang ini, jenazah korban akan dipulangkan ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada pejabat TNI yang memberikan penjelasan tentang hal ini. Insiden penembakan oleh prajurit TNI BC ini terjadi pada Minggu (24/4/2005) pukul 18.30 WIB. Anggota TNI berinisial BC yang saat itu baru bangun tidur di baraknya di Gelanggang Renang Gelora Bung Karno, tiba-tiba langsung mengokang senjata laras panjang ke arah rekan-rekannya yang sedang tertidur.BC melontarkan sedikitnya 10 butir peluru dari senjatanya itu. Akibatnya empat orang rekannya terkena tembakan. BC melakukan hal ini, diduga karena stres setelah sejak tanggal 19 April lalu melakukan pengamanan KAA. (asy/)


Berita Terkait