Soal Kasus yang Menimpanya
KPU Akan Buka-bukaan Selasa
Senin, 25 Apr 2005 10:48 WIB
Jakarta - Tak tahan terus menerus menjadi sorotan atas kasus suap dan korupsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjanji akan membeberkan masalah yang menimpanya kepada publik, Selasa, besok."Besok ya pukul 11.00 WIB," ungkap anggota KPU Valina Singka Subekti.Valina yang memberikan pernyataan di depan ruang kerjanya di KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Senin, (25/4/2005), mengungkapkan, pihaknya kini masih mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan. "Dan, saya mau ngomong sama-sama (anggota KPU) saja," tegasnya.Sebulan terakhir KPU memang terus didera sejumlah persoalan, mulai dari kasus suap hingga dugaan korupsi di institusi tersebut.Kasus suap merebak saat KPK menangkap salah satu anggotanya, Mulyana W Kusumah. Mulyana dijadikan tersangka atas kasus suap auditor BPK Khairiansyah Salman di Hotel Ibis. Suap ini dilakukan menyusul audit investigatif yang dilakukan BPK atas penggunaan dana pemilu legislatif 2004 lalu.Belum lagi kasus suap berakhir, KPU kembali disorot atas kasus penyimpangan keuangan Rp 90,26 miliar. Penyimpangan ini terungkap dalam hasil audit investigatif BPK yang diserahkan ke DPR, pekan lalu.Penyimpangan keuangan di KPU terjadi di bidang pengadaan kotak suara, pengadaan tinta, pengadaan barang dan jasa teknologi informasi, serta pengadaan sampul surat suara.BPK memperkirakan indikasi kerugian negara dari pengadaan kotak suara Rp 66 miliar, pencetakan surat suara Rp 12,6 miliar, pengadaan tinta Rp 4,39 miliar, pengadaan perangkat TI Rp 154 juta, dan pengadaan sampul surat suara Rp 7 miliar.Adapun total dana pengelolaan pemilu untuk legislatif dan presiden yang diambil dari APBN 2004 sekitar Rp 3,9 triliun.
(umi/)











































