Kedua orang tersebut yang bernama Hasan dan Muklis itu telah dipastikan polisi bukanlah pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK.
"Selain sebagai sebagai mata elang, dan juga kadang-kadang kami gunakan untuk informasi tentang curanmor di situ. Memang ada dari anggota, personel Polda mempunyai informan di situ. Kebetulan dua orang ini informannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).
Argo mengungkapkan selama bulan Januari dan Februari telah ada 27 laporan mengenai pencurian motor di daerah tersebut. Hasan dan Muklis diketahui seringkali memberikan informasi mengenai pengungkapkan kasus itu. "Yang di Kelapa Gading ini sesuai data yang ada. Selama Januari Februari, ada 27 laporan polisi curanmor dan yang bersangkutan sudah membantu," ungkapnya.
Argo menegaskan keduanya bukanlah pelaku penyiraman Novel. Mereka diketahui sedang tidak berada di lokasi pada saat kejadian penyiraman air keras tersebut.
"Jadi saya tegaskan kembali bahwa kedua orang yang difoto oleh masyarakat, kemudian yang sedang kita periksa yang bernama Hasan dan Muklis ini bukan pelaku penyiraman terhadap korban Novel Baswedan," tegasnya. (knv/aan)











































