3 Bendera RMS Ditemukan Lagi
Senin, 25 Apr 2005 10:15 WIB
Ambon - Tiga buah bendera RMS kembali ditemukan aparat keamanan di 2 lokasi berbeda di Ambon. Salah satu bendera berada di daerah pegunungan. Sebelumnya, aparat telah menemukan 4 buah bendera RMS. Petugas Polsek Baguala menemukan 2 buah bendera RMS di Negeri Paso, Kecamatan Baguala, Ambon, Senin (25/4/2005) sekitar pukul 08.00 Wit. Kedua bendera itu dipasang di 2 tiang bambu. Penemuan bendera itu sempat mengagetkan warga yang sedang berjaga-jaga di Negeri Paso. Beberapa warga menyaksikan Kapolsek Baguala Iptu Deny Nanlohy membawa bendera RMS itu sambil marah-marah. "Kami kaget ada bendera yang dibawa Kapolsek sambil marah-marah. Padahal, kami juga sedang berjaga-jaga. Ini sangat aneh," ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebut namanya. Buntut penemuan 2 buah bendera itu nyaris terjadi bentrokan antara warga dengan petugas Polsek. Namun, Raja Negeri Paso Ny CH Maitimu berhasil mengendalikan amarah warga. Saat ini, 2 buah bendera itu diamankan di Mapolsek Baguala. Satu bendera RMS lainnya ditemukan aparat di Desa Liliboy, Kecamatan Lehitu, Maluku Tengah yang berjarak sekitar 50 km dari Kota Ambon. Bendera itu berada di daerah pegunungan. Saat ini, petugas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sedang berusaha menurunkannya. Kapolres Pulau Ambon AKBP Leonidas Braksan mengungkapkan status Ambon Siaga I. Status itu telah diberlakukan H-3 lalu dan akan berakhir H+7. Namun jika situasi dinilai kondusif, Siaga I akan berakhir H+4. "Ini bisa saja diperpanjang tergantung situasi Maluku," katanya. Ia menambahkan belum ada sinyalemen atau informasi terkait upacara HUT RMS di wilayah Kudamati pada hari ini. Bahkan beberapa warga Kudamati mengucapkan terima kasih atas pengamanan yang diberikan. Warga juga meminta pandangan Kudamati sebagai basis RMS diminimalisir. Protes TVPemberitaan salah satu stasiun TV swasta pagi ini yang menyebutkan daerah basis RMS, yakni Waihong, Batu Merah dan Kudamati diprotes pejabat Desa Batu Merah H Awat Ternate. Ia mengungkapkan warganya resah dan marah dengan pemberitaan itu. Protes warga tidak hanya sampai disitu. Awat bersama tokoh pemuda Desa Batu Merah melaporkan hal itu ke Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lesae. "Kami minta berita itu diklarifikasi karena ini menyangkut harga diri masyarakat Batu Merah," tandar Awat di Mapolres.
(rif/)











































