DetikNews
Jumat 21 April 2017, 23:41 WIB

Saat Allan Nairn Tantang TNI soal Tulisan Makar

Ray Jordan - detikNews
Saat Allan Nairn Tantang TNI soal Tulisan Makar Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Pihak TNI mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum terhadap redaksi Tirto yang menayangkan tulisan investigasi Allan Nairn mengenai rencana makar di Indonesia yang menyebut ada keterlibatan militer. Allan Nairn pun menantang pihak TNI untuk turut menuntut dirinya.

Hal itu diungkapkan jurnalis asal Amerika Serikat tersebut lewat akun Twiiter-nya @AllanNairn14. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, Allan mengatakan, jika pihak TNI mengancam insan pers Indonesia, TNI juga harus mengancam dirinya.

"Bapak2 TNI: Kalau mau mengancam pers Indonesia yang berani, mohon mengancam saya juga," demikian cuit Allan Nairn di Twitter, Jumat (21/4/2017).

Tak hanya sekali, Allan Nairn kembali mengulang cuitannya itu dalam bahasa Inggris. "Dear TNI: If you want to threaten brave Indonesian reporters and publishers, please threaten me too. (TNI threatens legal action v tirto.id)," cuitnya.

Sebelumnya, pihak TNI angkat bicara mengenai tulisan hasil investigasi Allan Nairn yang diunggah ulang oleh redaksi Tirto. TNI menegaskan apa yang ditulis Allan tersebut tidak benar.

"Jadi mengenai tulisan Allan Nairn, saya menyatakan yang berkaitan dengan TNI itu hoax," kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (21/4/2017).

Tulisan Nairn itu juga menyinggung keterlibatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pihak yang mendukung rencana makar. Selain menepis tuduhan terhadap Gatot, Wuryanto ragu mengenai kebenaran kutipan narasumber yang menuduh Gatot itu.

"Kalau dikatakan bahwa Pak Kivlan Zen menyatakan soal Panglima, siapa yang menjamin bahwa Pak Kivlan menyampaikan hal itu," kata Wuryanto.

Tulisan Allan Nairn dengan judul "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President" itu pertama kali diluncurkan di situs The Intercept. Tulisan itu kemudian diterjemahkan dan ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, Tirto, dengan seizin Nairn.

"Dan semestinya dari pihak yang mempunyai situs, yakni Tirto, sebelum mengangkat mengenai tulisan itu, semestinya mengkonfirmasi ke Panglima TNI atau paling tidak ke saya. Ini kan ada tuduhan sensitif," sambung Wuryanto.

TNI, kata Wuryanto, tengah mempertimbangkan untuk mengajukan langkah hukum mengenai tulisan Nairn tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah hukum. Kami akan melaporkan ke polisi," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Pemimpin Redaksi Tirto Sapto Anggoro mengaku sudah menghubungi Mabes TNI mengenai artikel Allan Nairn yang dimuat ke media Tirto. Namun redaksi Tirto baru mendapat respons dari Mabes TNI tadi siang.

"Kita coba hubungi, tapi baru bisa nyambung tadi siang. Semalam kita hubungi, nyambung ke Humas Mabes TNI tapi tidak mau memberikan tanggapan langsung karena Pak Wuryanto yang berhak memberikan pernyataan. Beliau di-SMS dan WA tidak menjawab, baru siang dapat konfirmasi," ujar Sapto kepada detikcom, Jumat (21/4/2017).

Sapto mengatakan redaksi Tirto belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI. Tirto mengaku siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum.

"Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila Mabes TNI melakukan upaya hukum," ujar Sapto.

Mengenai tulisan Allan Nairn, redaksi Tirto mengatakan sudah mengantongi izin dari penulis yang bersangkutan sekaligus media The Intercept, media yang pertama kali memuat laporan orisinal Allan Nairn.

"Kita sebenarnya membaca tulisan itu menarik, kita terjemahkan dan minta izin The Intercept. Setelah kita tayangkan, semuanya dilakukan oleh Allan Nairn jadi dia yang lebih tahu, dia pertanggungjawabkan liputan tersebut," jelas Sapto.
(jor/nth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed