DetikNews
Jumat 21 April 2017, 19:39 WIB

Hari Kartini, Komnas Perempuan Apresiasi Perjuangan Ibu-ibu Kendeng

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Hari Kartini, Komnas Perempuan Apresiasi Perjuangan Ibu-ibu Kendeng Foto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom
Jakarta - Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Komnas Perempuan merilis beberapa temuan pelanggaran HAM. Salah satunya soal efek berdirinya pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.

"Berbagai ancaman dan kerentanan dalam hak asasi perempuan khususnya mereka yang berjuang menolak pendirian pabrik semen. Tak hanya lingkungan dan sumber daya alam yang rusak, namun juga perempuan yang tinggal di pegunungan Kendeng," ucap Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, di Gedung Komnas Perempuan, Jl Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Yuniati menyebutkan beberapa pelanggaran HAM yang sangat rentan terjadi bagi perempuan akibat konflik pertambangan dan rencana pembangunan pabrik semen di Kendeng. Salah satunya potensi terjadinya human trafficking.

"Selain rusaknya alam, perempuan akan kehilangan kebebasan mereka. Di mana akan memunculkan kekerasan dan ancaman terhadap perempuan, baik mereka yang berdemonstrasi menentang pendirian pabrik semen, maupun potensi trafficking dari perempuan-perempuan usia remaja yang ada di sana," papar Yuniati.

Komnas Perempuan menilai aksi yang dilakukan para perempuan Kendeng mencerminkan simbol perjuangan RA. Kartini dalam menentang pemiskinan. Di sisi lain, perjuangan mereka telah diakui presiden dengan memerintahkan untuk tidak membangun pabrik semen dan mengeluarkan izin tambang di pegunungan Kendeng sampai ada hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) yang sedang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Mereka tidak henti-hentinya mengingatkan kita tentang Ibu Bumi yang harus dijaga, meski berhadapan dengan intimidasi, kekerasan dan stigma negatif. Selayaknya berbagai cara dilakukan dimaknainya sebagai perjuangan 'Kartini Kendeng' pada perayaan hari Kartini," ujar komisoner Komnas Perempuan, Sri Nurherawati.

Hari Kartini, Komnas Perempuan Apresiasi Perjuangan Ibu-ibu KendengFoto: Aditya Fajar Indrawan/detikcom

Salah satu perempuan Kendeng yang hadir di Komnas Perempuan adalah Sukinah. Ia meminta Presiden Jokowi mau mendengarkan aspirasi perempuan yang memperjuangkan tanah tempat tinggalnya. Dia ingin presiden mengetahui kesulitan warganya di Pegunungan Kendeng.

"Kami warga Kendeng ingin Kendeng jangan dijadikan industri pabrik semen. Di kampung kami juga memperingati hari Kartini dan saya bangga berjuang meski banyak rintangan," tutur Sukinah.

"Mudah-mudahan pak Jokowi mau mendengar jeritan seorang ibu, perempuan Kendeng ini supaya mengetahui betapa sulit dan buruknya akibat pabrik semen di Kendeng," tutupnya.


(adf/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed