DetikNews
Jumat 21 April 2017, 18:19 WIB

Setelah Dahlan Iskan, Kejati Jatim Kini Fokus ke Kasus La Nyalla

Zaenal Effendi - detikNews
Setelah Dahlan Iskan, Kejati Jatim Kini Fokus ke Kasus La Nyalla Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung (Foto: Zainal Effendi/detikcom)
Surabaya - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Maruli Hutagalung mengaku masih mempunyai utang kasus besar. Kasus yang dimaksud adalah kasasi atas putusan bebas Ketua Kadin Jatim dan kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) yang menyeret nama eks Ketua PSSI La Nyalla Mattaliti.

"Memori kasasi kasus korupsi dana hibah sudah kita kirim ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," kata Maruli di ruang rapat Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (21/4/2017).



Maruli menyebut, untuk kasus TPPU dengan tersangka La Nyala Mattaliti berkasnya sudah mencapai 90 persen. Dia minta jajaran mempercepat penyelesaian berkasnya.

"Kalau perkara pokoknya (kasasi dana hibah Kadin Jatim) dihukum akan majukan lagi perkara TPPU-nya," ungkap Maruli.

Maruli juga mengungkapkan pihaknya sampai saat ini pihaknya masih memblokir rekening milik La Nyala Mattaliti dengan alasan masih ada upaya hukum kasasi.

"La Nyala pernah berkirim surat ke bank, bank ke kami tapi kita tolak. Ada beberapa rekening, pokoknya kita blokir. Kita tidak cekal lagi, buat dicekal. Kemarin lari di Singapura balik juga kan. Di deportasi juga kan," imbuh dia.

Maruli berharap hakim yang menangani kasasi dana hibah Kadin Jatim dengan terdakwa La Nyala Mattaliti dipegang oleh Artijo. Ia pun menceritakan sepak terjang hakim Artijo yang dianggap tidak pernah main-main dalam menangani kasus.

Alasan memilih kasasinya dipegang hakim Artijo karena lawan yang dihadapinya sangat berat. "Saya percaya kalau yang enangani perkara Par Artijo tidak pernah main main. Memang sabiaknya hakim MA harus seperti beliau. Memang MA adalah benteng terakhir, kalau benteng terakhirnya lemah waduh orang nunggu semua di MA.

"Makanya saya khawatir kasus La Nyalla Mattaliti karena paman kandungnya bapak ketua MA bisa bisa skor 3-2 lagi," pungkas Maruli.

La Nyalla divonis bebas dalam kasus penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO (initial public offering) Bank Jatim. Sebelumnya, dia dituntut hukuman 6 tahun penjara. Sidang digelar di PN Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, akhir 2016 lalu.


(ze/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed