DetikNews
Jumat 21 April 2017, 16:56 WIB

Ini Kronologi Pengeroyokan Polisi di Tanjung Priok

Jabbar Ramdhani - detikNews
Ini Kronologi Pengeroyokan Polisi di Tanjung Priok Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Anggota Provos Polsek Tanah Abang Brigadir Didik Kuncoro harus mendapatkan perawatan intensif. Didik dikeroyok di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono mengatakan, selain Didik, ada dua korban dalam peristiwa ini. Didik masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

"Korban ada tiga. Salah satu korban luka parah atas nama D. Korban dibacok dengan celurit dan badik, baik di kepala dan tangan sebelah kanan dan punggung. Korban alami luka cukup parah dan dirawat di RS Kramat Jati," kata Dwiyono di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakut, Jumat (21/4/2017).

Penganiayaan ini terjadi pada Kamis (13/4) malam. Dua korban lainnya adalah Endi Suherman (29) dan Muhamad Wahyudin (34). Sebelum Didik dikeroyok, dua pria ini lebih dulu menjadi korban penganiayaan dan pencurian para pelaku.

Sehari setelah peristiwa tersebut, polisi menangkap tiga pelaku pengeroyokan. Mereka adalah Yang Herlambang (35), Rahmatul Yadi alias Cilot (26), dan Asep Suryaman alias Toben (33). Sedangkan tiga pelaku lain yang belum tertangkap ialah Ito, Hasan, dan Ebe.

Awal peristiwa ini terjadi di Jalan Bahari 4 Gang A7, Tanjung Priok. Saat itu tersangka Toben meminjam ponsel korban bernama Endi. Tapi Toben malah kabur membawa ponsel Endi. Saat Endi hendak mengambil kembali, Toben bersama tersangka Cilot malah mengeroyoknya.

"Korban dan tersangka tidak saling kenal. Namun karena tersangka merayu, butuh komunikasi dengan keluarga, sehingga korban pinjamkan HP. Setelah dipinjamkan, tersangka melarikan diri. Saat dikejar melakukan perlawanan dan keroyok terhadap para korban," tuturnya.

Endi sempat berusaha pergi dari lokasi menggunakan mobil. Namun mobil tersebut kembali dihadang oleh para pelaku. Endi dipaksa turun dari mobil dan kembali dikeroyok.

Endi berusaha kabur kembali dan meminta bantuan dari temannya yang bernama Muhamad Wahyudin, yang tinggal di sekitar lokasi, Jalan Bahari 4 Gang 4, Tanjung Priok. Ketika datang, Wahyudin pun dikeroyok dan dibacok oleh tersangka Cilot sebanyak dua kali. Wahyudin pun kabur pulang ke rumah.

Kemudian, korban Didik, yang tengah melintas, datang ke lokasi pengeroyokan untuk menolong. Didik sempat menyatakan dirinya sebagai polisi. Namun para pelaku tetap mengeroyok dan membacoknya. Bahkan dua ponsel Didik yang ada di dalam tas ikut diambil.

"Korban atas nama D yang anggota Polri memiliki niatan baik. Memiliki insting menolong. Saat lihat korban E di TKP yang diambil ponselnya, kemudian ingin menolong. Namun niatan baik dengan yang bersangkutan menyampaikan anggota Polri dan akan menolong," ujar Dwiyono.

"Bukannya tersangka menghindar dan takut, tapi malah keroyok korban atas nama D. Bahkan akhirnya korban D kena bacok dan tusuk. Kena luka cukup parah, dirawat di RS Kramat Jati. Bahkan dua HP D diambil pelaku," ucapnya.

Dwiyono mengatakan para pelaku adalah residivis. Mereka pernah dipenjara atas kasus penjambretan dan penyalahgunaan narkoba. Dalam kasus ini, para pelaku disangkakan Pasal 170 dan 365 KUHP. Mereka terancam hukuman lebih dari 7 tahun penjara.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed