DetikNews
Jumat 21 April 2017, 15:57 WIB

Jelang Puasa, Polisi Tangkap Penimbun 15 Ton Minyak Curah

Mei Amelia R - detikNews
Jelang Puasa, Polisi Tangkap Penimbun 15 Ton Minyak Curah Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap pelaku penggelapan dan penimbunan minyak goreng curah di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Polisi mengamankan 1 tangki berisi 15 ton lebih minyak curah dari dua pelaku.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Wahyu Hadiningrat mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan sembako menjelang Ramadan.

"Pengungkapan ini juga dilakukan sekaligus sebagai upaya antisipasi jelang Ramadan sehingga dari sekarang kami mulai lihat kondisinya," ujar Wahyu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua pelaku, yakni KS (sopir truk pelaku penggelapan) dan TA selaku penadah hasil kejahatan. Keduanya ditangkap pada Senin, 17 April lalu, di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Satu truk tangki berisi 15.540 kg minyak curah disita polisi di lokasi tersebut.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan adanya penampungan minyak sawit di lokasi tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan informasi tersebut benar adanya.

"Harusnya minyak goreng curah ini didistribusi langsung ke masyarakat karena kan bukan kemasan sehingga masyarakat bisa beli sesuai kemampuan," kata Wahyu.

Tersangka KS merupakan sopir distributor minyak goreng curah tersebut. Seharusnya minyak dari pabrik di Margonda, Depok, itu didistribusikan ke Bandung, Jawa Barat, tapi dia membelokkan dan dijual kepada tersangka TA.

"Dengan adanya kejadian seperti ini, distribusi ke masyarakat berkurang dan mempengaruhi harga pasar," tuturnya.

Harga resmi minyak goreng curah dari distributor adalah Rp 11.000-15.000 per liter. Namun tersangka KS menjual minyak goreng tersebut kepada TA dengan harga Rp 6.500 per liter.

"Sementara tersangka TA menjual kembali ke masyarakat dengan harga Rp 9.000 per liter, sehingga keuntungannya sekitar Rp 2.500-3.000 per liter yang didapat penadah ini," ucapnya.

Tersangka TA memanfaatkan tempat parkir truk sebagai tempat penampungan. Bisnis ilegal ini dilakukannya selama 2 tahun.

"Tersangka KS mengurangi sebagian isi truk tangki kapasitas 16 ton, kemudian dijual kepada tersangka TA. Dalam satu bulan tersangka TA bisa mengumpulkan 10 ton minyak curah dari tersangka KS," ujarnya.

Sementara itu, Kanit III Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Dedi Anom mengatakan adanya kegiatan ilegal ini sudah tentu merugikan masyarakat. Bukan tidak mungkin akan timbul kelangkaan minyak goreng curah di pasar sehingga menimbulkan kerugian bagi konsumen.

"Karena kalau sudah langka harga barang yang dijual ke konsumen jadi tinggi sehingga ini merugikan konsumen. Maka dari itu, kami melakukan upaya ini agar nanti jelang Ramadan dan Idul Fitri tidak ada kelangkaan sembako," tutur Dedi.

Atas perbuatannya, tersangka TA dijerat dengan Pasal 374 juncto Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 32 ayat 2 juncto Pasal 30-31 UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal serta Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka KS dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
(mei/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed