DetikNews
Jumat 21 April 2017, 15:22 WIB

Belajar dari Aksi Aiptu Sunaryanto, Ini Pesan Kapolri

Bartanius Dony - detikNews
Belajar dari Aksi Aiptu Sunaryanto, Ini Pesan Kapolri Foto: Bartanius Dony/detikcom
Jakarta - Aksi heroik Aiptu Sunaryanto saat melumpuhkan pelaku penodongan atas seorang ibu membuahkan hasil. Dirinya diberikan tiket emas untuk sekolah perwira. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berpesan kepada Sekolah Kepolisian Negara agar memberikan pelatihan untuk menghadapi situasi yang berbeda.

"Saya berpesan di Sekolah Kepolisian Negara untuk bisa memberi pelatihan-pelatihan, drill-drill, menghadapi situasi yang berbeda, kemudian didiskusikan seperti apa opsi tindakan, dan tindakan mana yang tepat," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Video amatir yang menggambarkan aksi heroik Aiptu Sunaryanto menyebar dan mendapat banyak apresiasi. Tito juga mengajak jajarannya agar mempelajari dan mendiskusikan video tersebut.

Mantan Kadensus ini pun mengatakan anggotanya harus mempelajari mana tindakan diskresi yang benar, dan mana yang salah.

"Selain itu peristiwa yang mendapat kritik seperti di Priok orang mabuk ditembak, nah itu juga didiskusikan," lanjut Tito.

Kepada Aiptu Sunaryanto, Tito berpesan agar setelah lulus Sekolah Alih Golongan, ia bisa memberi contoh kepada juniornya. Bulan September nanti, Sunaryanto akan mendapat pendidikan untuk naik ke golongan perwira. Selain tiket sekolah, Tito juga menyematkan langsung pin emas di dada Aiptu Sunaryanto.

"Semoga ini meningkatkan motivasi buat Pak Aiptu Sunaryanto dan bisa memberi contoh pada anak buahnya setelah lulus dan jadi perwira nanti. Bulan september ini pangkatnya naik jadi perwira," pungkas Tito.


Bersyukur


Aiptu Suranyanto bersyukur mendapat penghargaan dari Kapolri. Dia pun berbagi cerita.

"Saya bersyukur sekali mendapat penghargaan dari pimpinan saya. Pikiran saya cuma menolong ibu itu," kata Sunaryanto.

Aiptu Sunaryanto bersyukur mendapat penghargaan dari Kapolri.Aiptu Sunaryanto bersyukur mendapat penghargaan dari Kapolri. Foto: Bartanius Dony/detikcom


Dia bercerita detik-detik menegangkan penyanderaan di angkot. "Situasinya, pilihannya sempit sekali. Pelaku dengan korban dekat sekali," ungkap Aiptu Sunaryanto.

Aiptu Sunaryanto memutuskan melepaskan timah panas ke arah lengan kanan pelaku. Menurutnya, lengan sebelah kanan adalah anggota tubuh yang harus dilumpuhkan karena pelaku memegang senjata tajam dengan tangan kanan. "Kalau kita lumpuhkan kepalanya terlalu frontal. Kalau saya lumpuhkan dadanya, itu dekat dengan kepala ibu korban itu," papar dia.

Dia mengucapkan salawat sebanyak tiga kali sebelum melepas tembakannya. "Kalau melihat video itu saya juga gak nyangka secepat itu, ya Wallahu a'lam saja ya," kata Aiptu Sunaryanto.
(brt/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed