DetikNews
Jumat 21 April 2017, 14:55 WIB

Sidang Pelepasan Aset PT PWU

Dahlan Iskan: Anggaplah ini Kebodohan Saya, Emosi Waktu Mengabdi

Zaenal Effendi - detikNews
Dahlan Iskan: Anggaplah ini Kebodohan Saya, Emosi Waktu Mengabdi Foto: Zainal Effendi/detikcom
Sidoarjo - Dahlan Iskan menyatakan banding atas vonis 2 tahun kasus korupsi pelepasan aset PT PWU perusahaan BUMD Pemprov Jatim. Dia mengaku bertanggung jawab atas keputusan yang dibuatnya saat menjadi dirut.

"Saya ingin bertanggung jawab. Jadi pimpinan itu ya harus bisa menerima tidak hanya enaknya tapi juga pahitnya. Misalnya tanda tangan tadi ya pasti harus tanda tangan karena saya direktur utama. Bahwa ternyata yang saya tanda tangan tidak betul ya itu risiko pimpinan," kata Dahlan usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Jumat (21/4/2017).



Mantan menteri BUMN ini mengaku kesalahannya hingga divonis 2 tahun adalah kebodohannya serta emosi pengabdian saat menjadi dirut PT PWU periode 2001-2003.

"Jadi anggaplah ini kebodohan saya, anggaplah ini yang saya terlalu emosi mengabdi waktu itu," ungkap Dahlan.

Baca: Sidang Pelepasan Aset PT PWU, Dahlan Bacakan Sendiri Pledoi

Ia mengingatkan para direksi BUMN dan BUMD yang masih mengabdi agar bisa mengambil pelajaran dari kasusnya.

"Waktu itu saya menyangkal bahwa kalau perusahaan bentuknya sudah PT maka aturan PT yang berlangsung, tetapi jalannya sidang terbukti bahwa biarpun bentuknya PT tetap tidak seperti PT," ungkapnya.

"Jadi pada teman-teman yang jadi direksi perusahaan daerah menjadi direksi BUMN tolong belajar dalam sidang ini dan sidang sidang-sidang sebelumnya," pungkas Dahlan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim 4 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 6 tahun penjara denda Rp 750 juta serta membayar ganti rugi Rp 4,3 miliar.
(ze/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed