DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 12:00 WIB

DPR: Penambahan Jumlah Pimpinan Dewan Lebih dari 1 Masih Wacana

Hary Lukita Wardani - detikNews
DPR: Penambahan Jumlah Pimpinan Dewan Lebih dari 1 Masih Wacana Agus Hermanto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk membahas revisi UU MD3 ditunda sementara karena alotnya pembahasan materi penambahan jumlah pimpinan MPR, DPR, dan DPD. Menurut Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, penambahan jumlah pimpinan Dewan lebih dari satu masih dalam wacana.

"Sekarang ini, baik wacana persoalan, semua ini ada di tingkat Pansus (Panitia Khusus). Kalau nggak salah yang melaksanakan Baleg (Badan Legislasi) sehingga kita harus mengawasi secara seluruhnya. Masalah penambahan lebih dari satu ini kan masih dalam taraf wacana," ujar Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

"Yang kami ketahui dulu tentunya komitmen dari masing-masing fraksi adalah yang ditambah hanya satu pimpinan. Kalau lebih dari satu, itu masih dalam tingkat wacana dan tingkat pembicaraan sehingga kita tidak bisa justifikasi karena semua keputusannya ada di dalam rapat paripurna," tutur Agus.

Saat ini, Agus menyerahkan sepenuhnya pembahasan revisi UU MD3 antara pemerintah dan Baleg DPR. Yang jelas, agenda rapat paripurna ke depan akan diagendakan untuk pengambilan keputusan tingkat II.

"Kalau toh nanti sudah ada keputusan final dari Baleg pasti akan disampaikan kepada pimpinan, dan pimpinan akan mengagendakan dalam rapat paripurna. Apa pun yang diagendakan dalam rapat paripurna ke depannya untuk dibahas dalam mengambil keputusan tingkat II, yaitu pemerintah dan DPR. Sehingga sekarang kita tidak bisa justifikasi karena masih dibicarakan di Baleg," ucap Agus.

Mengenai sikap F-Demokrat, kata Agus, fraksinya masih mengikuti proses yang berjalan terlebih dahulu mengenai jumlah pimpinan Dewan pada revisi UU MD3. "Kita tentunya Demokrat ada di dalam Panja (Panitia Kerja) dan Pansus (Panitia Khusus) dan pansus-nya juga ada sehingga kita tetap mengikuti," ujar Agus.

"Kita mengetahui bahwa ini permasalahannya belum tuntas. Kita tidak perlu justifikasi dan ikuti saja prosesnya sampai selesai," tutur Agus.
(lkw/dkp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed