DetikNews
2017/04/21 06:44:16 WIB

Roemah Tawon, Tempat Pengamen Tangerang Mendidik Anak Jalanan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Halaman 1 dari 2
Roemah Tawon, Tempat Pengamen Tangerang Mendidik Anak Jalanan Komunitas Roemah Tawon di Tangerang (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Tangerang - Suara petikan gitar terdengar bersahutan. Tawa dan nyanyian sayup-sayup juga terdengar dari kejauhan. Di sudut lain, sejumlah pria dewasa tampak santai bercengkerama.

Roemah Tawon, sebuah organisasi non-profit di Tangerang, tengah kedatangan tamu. Sejumlah Polwan dari Polres Metro Kota Tangerang sedang datang bersilaturahmi. Suasana menjadi ramai.

Komunitas Roemah Tawon bermarkas di Jalan Benteng Betawi, Tangerang. Roemah Tawon didirikan oleh Fais Santang (25) pada 2011. Sehari-hari Fais merupakan pengamen yang biasa 'mangkal' di Jalan Veterang, Tangerang.

Melalui komunitas Roemah Tawon, Fais ingin membantu anak-anak pinggiran rel memperoleh pelatihan keterampilan. Mulai dari bahasa asing, seni, hingga beragam pelajaran pembentukan karakter.

"Roemah Tawon ini organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial. Kita juga melibatkan adik-adik kita di bantaran rel kereta untuk belajar bareng di sini," kata Fais saat ditemui, Kamis (20/4/2017).

Roemah Tawon, Tempat Pengamen Tangerang Mendidik Anak JalananFais Santang (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
"Ada kelas anak usia dini, ada kelas Anak Tawon. Jadi kita punya sebutan sendiri. Kalau anak usia dini disebut Tawon Cilik, usia 4 sampai 7 tahun. Untuk Anak Tawon itu usia 7 sampai 18 tahun," ujar Fais.

Fais menganggap pendidikan karakter sangat penting untuk anak-anak. Dia menyadari betapa pendidikan akan menentukan nasib mereka puluhan tahun mendatang.

"Kalau di sini sih lebih ke pembentukan karakter. Lebih ke moralnya. Apa yang kita bahas sekarang ini kan bukan hal yang sederhana. Yang kita lakukan sekarang menentukan nasib bangsa 20 tahun ke depan. Apa mau jadi rampok? Saya sering bilang ke anak-anak, 'Lu nggak usah pintar-pintar banget nggak apa-apa. Yang penting lu punya akhlak'," katanya.

Tak hanya anak-anak, ibu-ibu juga dilayani untuk menambah ilmu mereka. Kaum Hawa itu diajarkan ilmu agama dan baca-tulis.

"Ada juga kelas umum, itu kebanyakan emak-emak. Kegiatannya ngaji dan baca-tulis. Karena di sini banyak juga yang tidak bisa baca, jumlahnya 27 orang," ucapnya.

Masa Lalu yang Hitam

Faris juga bercerita tentang cikal-bakal Roemah Tawon. Fais mengawali niat baiknya itu bersama 3 rekannya yang juga pengamen. Mereka adalah Fahad, Dina, dan Doni. Bagi Fais, mengumpulkan anak-anak untuk dididik juga merupakan cara menebus kesalahannya di masa lalu.

"Kalau boleh dibilang dulu hidup kita itu hitam. Kalau diceritain mungkin bisa muntah. Ketika itu kita merasa jenuh. Saat itu juga ada seseorang bergamis dan berjubah datang. Dia ngajak ngopi di masjid. Kalau burung dikandangin kan jadi giring burung, kalau orang 3 hari di masjid jadi giring masjid," tutur Fais.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed