DetikNews
Kamis 20 Apr 2017, 18:36 WIB

Penggunaan ​Senpi SS1-V2 Saat Razia Dikritik, Ini Penjelasan Polri

Bartanius Dony - detikNews
Penggunaan ​Senpi SS1-V2 Saat Razia Dikritik, Ini Penjelasan Polri Ilustrasi (Foto: dok. AFP)
Jakarta - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengkritik penggunaan senjata laras panjang SS1-V2 dalam razia. Polri menjelaskan penggunaan senpi itu saat razia karena di wilayah Lubuklinggau sering terjadi pembegalan dan jalur peredaran narkoba.

"Memang itu kelengkapan ada yang pendek dan ada yang panjang. Di jalur tersebut sering terjadi begal, juga jalur narkotika," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada detikcom, Kamis (20/4/2017).

Senada dengan Rikwanto, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan razia tersebut rutin digelar mengantisipasi kejahatan begal.

"Ini razia dalam kaitan untuk menghadapi kejahatan curas atau begal yang terjadi di wilayah Polresta Lubuklinggau, Sumatera Selatan," jelas Martinus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini.

Baca Juga: Pengamat Soroti Penggunaan Senpi SS1-V2 di Penembakan 1 Keluarga

Martinus mengatakan razia itu untuk mencari pelaku begal ataupun barang-barang yang berkaitan dengan kejahatan begal.

"Menggelar razia rutin untuk merazia kendaraan apakah di situ ada pelaku atau barang bukti hasil kejahatan atau alat kejahatan yang biasa dibawa pelaku begal ini," terangnya.

Menembak adalah salah satu kewenangan diskresi yang melekat pada anggota kepolisian. Tetapi, menurut Bambang Widodo, seorang polisi harus punya penilaian yang tepat sebelum mengambil tindakan represif (menembak).

"Bekerja pakai nalar, ada bahaya yang mengancam dirinya dan tindakannya tidak membahayakan orang lain atau menyebabkan kematian," ucap Bambang saat dihubungi detikcom.
(brt/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed