Kasus BLBI, KPK Periksa Kwik Kian Gie

Kasus BLBI, KPK Periksa Kwik Kian Gie

Dewi Irmasari - detikNews
Kamis, 20 Apr 2017 17:31 WIB
Kasus BLBI, KPK Periksa Kwik Kian Gie
Kwik Kian Gie (Dewi Irmasari/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menyambangi KPK. Dia mengaku memenuhi panggilan KPK berkaitan dengan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Kasus pertama yang sedang disidik, dan saya dimintai keterangan karena ketika saya menjabat sebagai menko kan pernah ada urusan dengan BLBI dan semua konsekuensinya," ujar Kwik di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Dihubungi terpisah, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengaku akan mengecek terkait pemeriksaan Kwik Kian Gie tersebut. Dia belum bisa memaparkan dengan lebih jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya cek dulu," ucapnya.

Pimpinan KPK pernah memastikan kasus BLBI masih terus berlanjut dan tidak dihentikan. Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan kepastian itu ketika rapat dengan Komisi III DPR pada Rabu, 21 September 2016.

"Terkait dengan yang tadi disebutkan, yaitu BLBI, Century, Sumber Waras, belum ada keputusan untuk menghentikan. Saya tidak tahu pembicaraan itu sumbernya dari mana. Masih berjalan," kata Agus saat itu.

Berkaitan dengan kasus BLBI, KPK pernah meminta keterangan kepada sejumlah pihak, di antaranya Rizal Ramli, Laksamana Sukardi, dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

BLBI adalah skema pinjaman yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat krisis moneter pada 1998. Skema ini dilakukan berdasarkan perjanjian Indonesia dengan IMF dalam mengatasi masalah krisis. Pada Desember 1998, BI menyalurkan BLBI sebesar Rp 147,7 triliun kepada 48 bank.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menyebutkan Rp 138,7 triliun dari Rp 147,7 triliun yang dikucurkan menyebabkan kerugian keuangan negara. Hal tersebut terjadi lantaran penggunaan dana talangan yang tidak jelas peruntukan dan pertanggungjawabannya. (dhn/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads