"Ya memang kita juga kemarin konsultasi dengan Komisi III juga tidak menghendaki. Ini resource kita, ini orang kita dan yang dihindari dari beri memberi itu kan ketergantungan," kata Saut di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).
Saut menghargai tawaran bantuan tersebut. Namun demikian, dia menegaskan bila biaya pengobatan itu akan ditanggung negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu, Saut mengatakan kondisi Novel sudah membaik. Dia mengaku mendapatkan laporan dari dokter setiap hari tentang perkembangan kondisi Novel.
"Ya Pak Novel sudah ada kemajuan. Mudah-mudahan dia bisa pulih seperti sedia kala. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran buat kita semua bahwa memberantas korupsi itu memang nggak sesederhana yang kita pikirkan. Secara umum kita menerima report dari dokter hari per hari, kemajuannya ada tapi sedikit lambat ya. Harapannya ada kemajuan," jelas Saut.
Sebelumnya usai rapat dengan Komisi III DPR, Ketua KPK Agus Rahardjo menolak tawaran tersebut karena negara berkomitmen membiayai pengobatan Novel. Dokter ahli kornea di Singapura itu diketahui bernama Donal Tan. Dia mengatakan tawaran Tan yang ingin menggratiskan pengobatan Novel semata-mata hanya karena bentuk simpati setelah mengetahui pekerjaan Novel sebagai penyidik lembaga antirasuah.
(dhn/tor)










































