"Ini kan mau komplain sebetulnya, belum diberangkat-berangkatin," kata Nina saat dihubungi via telepon, Kamis (20/4/2017).
Agen travel tersebut beralamat di Gedung GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Hari ini, seratusan calon jemaah mendatangi kantor travel tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nina mendaftar bersama 26 anggota keluarganya untuk berangkat Umrah. Mereka pertama membayar pada akhir 2015 lalu.
"Terus pelunasan, tukar kuitansi di Januari dan Februari 2016 dengan harapan setahun lagi berangkat," ujarnya.
Para calon jemaah umrah mendatangi kantor travel. Foto: Istimewa |
Per orang dikenakan biaya Rp 14,3 juta. Namun, hingga Januari dan Februari tahun ini belum ada kejelasan keberangkatan.
"Waktu itu sudah dikasih surat bahwa akan berangkat, itu janjinya Mei, tapi belum ada tanda-tandanya. Kemarin itu ada informasi mesti bayar lagi Rp 2,5 juta. Saya kebetulan sekeluarga," ujarnya.
Nina yang tiba di lokasi pukul 11.45 WIB melihat para calon jemaah lainnya masih berkumpul di kantor travel tersebut. Hanya ada beberapa pegawai, tapi para jemaah tidak dapat menemui petinggi travel.
Karena itu, sebagian jemaah berencana akan ke Kementerian Agama dan Bareskrim untuk mengadukan masalah ini. (idh/erd)












































Para calon jemaah umrah mendatangi kantor travel. Foto: Istimewa