Indonesia & Malaysia Sepakat Kurangi Pasukan di Ambalat

Indonesia & Malaysia Sepakat Kurangi Pasukan di Ambalat

- detikNews
Minggu, 24 Apr 2005 20:10 WIB
Jakarta - Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk mengurangi kapal patroli kedua negara di wilayah Ambalat, Laut Sulawesi. Kedua negara setuju menempatkan masing-masing hanya satu kapal perang dalam waktu secepatnya."Penarikan mundur akan dilakukan secara bertahap," kata Wakil PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, seperti dikutip dari Kantor Berita Bernama, Minggu (24/4/2005).Kesepakatan dicapai dalam pertemuan antara Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia Datuk Seri Mohamed Anwar Mohamedd Nor dan KSAL Laksamana Madya Slamet Soebiyanto di Batam, Jumat (15/4/2005) lalu.AL kedua negara sebelumnya mengirim kapal perang tambahan ke wilayah yang diperebutkan ini, terkait insiden 10 April 2005 lalu. Saat itu Kapal Perang Malaysia KD Rencong menyerempet KRI Tedung Naga di dekat Karang Unarang.Kedua negara bertetangga ini pun langsung saling mengirimkan surat protes. Pertemuan petinggi AL Malaysia dan Indonesia di Batam minggu lalu juga dikhususkan untuk membahas insiden tersebut.Najib yang juga merupakan Menteri Pertahanan mengatakan, Malaysia menyambut baik kesepakatan ini. Sebab pengakuan sebuah wilayah tidak didasari seberapa banyak kapal perang yang diturunkan."Dalam Kesepakatan ASEAN, pengerahan pasukan tidak boleh dilakukan untuk memperkuat klaim. Negara-negara yang saling klaim harus bernegosiasi atau menyerahkan kasus ini ke Mahkamah Internasional atau badan arbitrase internasional," kata Najib.Saat ditanya apakah AL Malaysia dan Indonesia harus melakukan pertemuan lanjutan terkait penempatan hanya satu kapal perang ini, menurutnya itu tidak perlu. "Kecuali jika sesuatu terjadi di luar kesepakatan," ungkapnya. (fab/)


Berita Terkait