"Saya jamin pendukung saya nggak bakalan ributlah, pendukung saya, saya jamin. Kita percaya kok semua Tuhan yang atur. Semua takdir kan Tuhan yang nentukan. Ini kan orang semua begitu, hidup itu ya begitu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (20/4/2017).
Pagi tadi, Ahok dan cagub DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bertemu di Balai Kota DKI. Keduanya bertemu secara tertutup selama kurang-lebih 15 menit. Anies melakukan pertemuan tersebut karena ingin menjaga persatuan di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies memandang pertemuan dengan Ahok menjadi penting. Hal ini karena siklus pilkada tidak sesuai dengan siklus pembahasan anggaran.
"Pilkada-nya itu bulan April, pelantikannya Oktober, sementara anggaran diproses sekarang ini. Jadi kalau tidak ada pembicaraan awal, maka anggaran yang disusun nanti tidak mencerminkan rencana-rencana yang dijanjikan dalam kampanye gubernur baru. Kalau tidak ada pembicaraan ini, bisa-bisa rencana gubernur baru bisa direalisasikan 2019. Karena 2018 anggarannya sudah disusun sekarang," tutur Anies.
Dalam pertemuan tersebut, Ahok menyampaikan infrastruktur BUMD kepada Anies. Ahok memandang kepemimpinan Anies memerlukan transisi di mana pergantian pejabat dapat dilakukan minimal 6-8 bulan.
"Ya kita kenalkan biro KDH, kita sampaikanlah, kita perlu sampaikan infrastruktur BUMD, ya saya sampaikan ke beliau, ini juga bukan transisi kayak presiden kan, kan bukan ganti menteri. Beliau itu kan ada aturan minimal 6 bulan sampai 8 bulan baru mulai ganti. Nah jadi ini yang kita cocokkan, saya bilang kita terbuka, kalau ada apa-apa kan tinggal datang open data, supaya kita bisa sama," tutur Ahok. (nvl/imk)











































