Sementara itu, perolehan suara pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat terlihat hampir sama dengan putaran pertama. "Jadi kalau saya melihat, perolehan suara Pak Ahok sama persis di putaran pertama dan itu berarti hampir seratus persen pemilih Agus-Sylvi ke Anies-Sandi," ujar Rico saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/4/2017).
Rico menyebut sebetulnya elektabilitas Ahok-Djarot sempat meningkat pasca-debat final yang digelar KPU. Data itu didapat dalam survei mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam survei yang dilakukan Median juga terdapat temuan bahwa banyak warga yang resah akan netralitas aparat negara. Ada warga yang melihat aparat negara cenderung berpihak kepada pasangan tertentu dengan mengungkit kasus hukum calon lain.
"Masyarakat resah, kok sepertinya ada, sepertinya penegak hukum kurang netral. Seperti contoh putaran pertama, Bu Sylvi kena kasus yang sekarang tak jelas hukumnya gimana," ucap Rico.
Berdasarkan data real count KPU dengan data masuk sebesar 50,81%, Anies-Sandi mendapat 56% suara dan Ahok-Djarot 44% suara. Dibanding putaran pertama, Ahok-Djarot mendapat 42,96%, Anies-Sandi mendapat 39,97%, dan Agus-Sylvi 17,06%. (bag/imk)











































