Ahok mengatakan tidak bisa santai-santai lagi untuk menjalankan programnya. Padahal, bila diberi amanah oleh warga DKI satu periode lagi, Ahok mengaku bisa sedikit santai menjalankan programnya. Namun, karena hal tersebut tak terjadi, Ahok harus mengebut beberapa program.
"Kita kan tinggal 6 bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai sedikit. Kalau waktunya cuma 6 bulan ini, kita harus cepat kerjanya," kata Ahok di kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ahok mau memasukkan bahan bangunan dalam e-katalog untuk Program Bedah Rumah. Sebab, lanjut Ahok, saat ini sudah ada beberapa toko bangunan yang ingin memasukkan barang ke e-katalog. Ahok juga menyebut ingin mempercepat Program Bedah Rumah.
"Kita juga mau di-e-katalog-kan di LKPP bahan-bahan bangunan. Karena kan ada beberapa toko bangunan yang besar, yang kayak superstore, itu bisa masuk sebagai e-katalog," sebut Ahok.
"Jadi nanti, kalau kita punya pasukan merah, pegawai lepas di dinas perumahan, itu untuk memperbaiki rumah orang, berapa genting, semen berapa, pintu berapa. Kita harapkan, dengan dasar ini, bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," paparnya.
Tak hanya itu, Program 2,5 Kali Apartemen untuk warga miskin juga akan segera dieksekusi. Ahok tidak mau ada warga miskin yang tinggal di perkampungan padat penduduk dengan kesehatan yang tidak terjamin. Apalagi, Ahok menyebut, sudah ada yang menawarkan kepadanya lahan seluas 1 hektare untuk dibuat apartemen.
Program apartemen tersebut, papar Ahok, juga akan dijual kepada PNS DKI. Ahok menyebut tidak mengambil keuntungan dari apartemen yang dibangun olehnya.
"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng, 1 hektare. Jadi kita bisa dapat setengah hektare bisa jadi taman dan setengah hektare jadi apartemen, dan kita pasti untung," ujar Ahok.
"Dan ini jual kepada siapa? Kita bisa jual ke kelas menengah, termasuk PNS. Kita nggak usah ambil keuntungan properti, cukup kontraktor sama tanah. Karena pengembang juga nggak mungkin bisa bebasin kawasan kumuh," imbuhnya.
Terakhir, Ahok mau memberi tambahan modal untuk Jakpro. Alasannya, Jakpro akan menyelesaikan program Light Rapid Transit (LRT) dari kawasan Velodrome hingga Dukuh Atas.
"Satu yang kita inginkan, kita juga akan beri modal lagi penambahan penugasan untuk PT Jakpro. Karena Jakpro mau menyelesaikan lagi LRT dari Velodrome sampai Dukuh Atas. Jadi kita mau kejar, termasuk ITF. Kita mau kasih lagi ke Jakpro biaya," tutur Ahok.
"Sehingga nanti, kalau gubernur baru masuk, semua sudah, minimal PR yang ada di kami sudah diusahakan (diselesaikan) semaksimal mungkin," tutupnya. (bis/rvk)











































