Dua Kali Petahana Kalah di Pilgub DKI

Dua Kali Petahana Kalah di Pilgub DKI

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 19 Apr 2017 18:41 WIB
Dua Kali Petahana Kalah di Pilgub DKI
Foto: Ilustrasi Fuad Hasyim
Jakarta - Meski belum ada pengumuman resmi dari KPU, tetapi sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil hitung cepat alias quick count untuk putaran kedua Pilgub DKI 2017. Pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam hitung cepat ini.

Berdasarkan quick count Saiful Muzani Research Center (SMRC) dengan perolehan 99,73% per pukul 17.57 WIB, Rabu (19/4/2017), Anies-Sandi unggul atas pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat yakni 58,06% atas 41,94%. Kemudian pada versi Populi Center dengan perolehan 99,4%, Anies-Sandi mendapat 58,24% dan Ahok-Djarot 41,76%.

Selanjutnya menurut versi LSI saat data masuk sudah 99,7%, pasangan Anies-Sandi meraih 55,41% sedangkan Ahok-Djarot 44,59%. Sementara itu Polmark pada quick count versinya dengan data masuk sebesar 99,75%, pasangan Anies-Sandi mendapat 57,53% dan Ahok-Djarot 42,47%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaca pada quick count putaran pertama Pilgub DKI 2017, hasilnya tak jauh beda dengan penghitungan resmi KPU. Saat itu quick count versi LSI yakni Ahok-Djarot mendapat 43,2%, Anies-Sandi 39,9%, dan pasangan nomor urut 1 Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 16,3%.

Pada putaran pertama, quick count SMRC menempatkan Ahok-Djarot di posisi pertama dengan perolehan 43,1%, lalu Anies-Sandi 40,2%, dan Agus-Sylvi 16,7%. Kemudian versi Polmark juga menempatkan Ahok-Djarot di posisi puncak dengan 41,2%, Anies-Sandi 39,7%, dan Agus-Sylvi 19,1%.

Hasil itu tak berbeda jauh dari real count KPU putaran pertama yakni Ahok-Djarot 42,96% (2.357.785 suara), Anies-Sandi 39,97% (2.193.530), dan Agus-Sylvi 17,06% (936.461). Hasil ini membuat Ahok-Djarot dan Anies-Sandi melaju ke putaran kedua karena tak ada yang meraih angka 50%+1.

Kini warga Jakarta dan juga kedua pasangan calon masih harus menanti hasil real count KPU dan pengumuman resmi. Meski demikian, Ahok dan Djarot sudah mengucapkan selamat kepada pasangan Anies-Sandi.

"Berdasarkan quick count, Pak Anies dan Pak Sandi, saya sampaikan ucapkan selamat kepada beliau, sambil kita menunggu nanti hasil penghitungan secara real count yang secara resmi akan dikeluarkan KPU," ungkap Djarot dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Hal senada disampaikan oleh Ahok. Dia mengingatkan agar kebersamaan tetap dijunjung tinggi.

"Selamat, Pak Anies dan Pak Sandi dan seluruh timses, pendukung semua. Sama, kita ingin Jakarta baik karena kita ingin Jakarta menjadi rumah kita bersama," tutur Ahok pada kesempatan yang sama.

Ahok dan Djarot merupakan pasangan calon yang juga petahana. Duet gubernur-wakil gubernur itu meneruskan pasangan Joko Widodo-Ahok yang menang pada Pilgub DKI 2012.

Joko Widodo atau Jokowi kemudian terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 2014 sehingga Ahok naik menjadi Gubernur DKI. Ahok kemudian memilih Djarot yang pernah memimpin Kota Blitar selama 10 tahun sebagai pendampingnya.

Pada tahun 2012, Cagub DKI yang juga petahana Fauzi Bowo pun kalah. Ketika itu Fauzi Bowo alias Foke berpasangan dengan Nachrawi Ramli.
Fauzi Bowo.Fauzi Bowo. Foto: Agung Pambudhy

Pilgub DKI 2012 juga dilangsungkan dua putaran. Namun Foke terus berada di posisi kedua dalam dua putaran kala itu.

Ada pun perolehan suara pada putaran pertama Pilgub DKI 2012 yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli mendapat 1.476.648 suara (34,05 persen), Hendardji Soepandji dan Riza Patria mendapat 85.990 suara (1,98 persen), Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama meraih 1.847.157 suara (42,60 persen), Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini meraih 508.113 suara (11,72 persen), Faisal Basri dan Biem Benjamin mendapat 215.935 suara (4,98 persen), dan Alex Noerdin dan Nono Sampono meraih 202.643 suara (4,67 persen). Lalu pada putaran kedua Fauzi Bowo-Nachrawi mendapat 2.120.815 suara dan Jokowi-Ahok mendapat 2.472.130.

Jika hasil quick count putaran kedua Pilgub DKI 2017 ini tak beda jauh dengan real count KPU nantinya, maka calon yang juga petahana di DKI telah kalah dua kali berturut-turut. Mari tunggu pengumuman resmi KPU!
Halaman 2 dari 2
(bag/erd)


Berita Terkait