Polisi Tangkap Gembong RMS
Minggu, 24 Apr 2005 13:44 WIB
Ambon - Menjelang HUT Republik Maluku Selatan (RMS) polisi terus melakukan sweeping. Dalam aksi sweeping polisi menemukan 3 bendera pemberontak RMS. Selain itu ditangkap juga 3 orang yang 2 diantaranya merupakan gembong RMS.Penangkapan dan penemuan bendera pemberontak itu dilakukan polisi dalam sebuah sweeping yang dilakukan oleh aparat gabungan dari Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.Tiga bendera pemberontak itu ditemukan di tempat berbeda. Dua bendera ditemukan di Batu Gajah, Sirimau dan satu bendera lagi ditemukan di sebuah pohon Mangga di Kompleks Nona, Nusanime.Dua bendera yang ditemukan di Batu Gajah ditemukan di sebuah tas plastik hitam. Ada dugaan bendara itu dibuang oleh warga saat aksi sweeping berlangsung. Menurut Kadit Reskrim Polda Malulu Kombes Bambang Hermanu di Ambon, Minggu (24/4/2005), sebagian bendera itu ditemukan Banbin Kamtibamas. Bendera pemberontak itu akan diserahkan hari ini di Polda Maluku.Polisi juga telah menangkap 3 warga lainnya. Dua orang dari tiga yang ditangkap adalah pasangan suami istri, yakni Rony Rijoli dan Rossana Ohello saat aksi sweeping yang dilakukan oleh polisi. Pasangan ini diduga sebagai salah satu gembong pemberontak RMS. Istri Rony adalah sekretatris Alex Manuputty yang menangani aktivitas pimpinan RMS itu selama di Maluku. Sedangkan Rony merupakan Panglima RMS untuk daerah Kudamati dan Batu Gantung.Selain itu, saat ditangkap ditemukan barang bukti berupa HT polisi dan chargernya, serta daftar kegiatan Alex Manuputty ketika ditangkap dan dibawa ke Jakarta. Barang-barang didapat polisi saat keduanya ditangkap.Menurut Bambang, Rony diduga sering memimpin kelompopk anak-anak di bawah umur atau biasa disebut kelompok agas. Kelompok ini sering melakukan aksi pembakaran-pembakaran rumah rakyat dan penjarahan. Rony dan istrinya sudah menjadi DPO polisi sudah sejak lama. Selain pasangan suami istri, polisi juga menangkap seorang wraga bernama Robby. Dia ditangkap saat aksi sweeping di Batu Gajah. Dia tertangkap saat membawa senjata tajam.Bambang mengungkapkan hingga kini belum ada hal yang mencuirigiakan soal akan adanya upacara menyusul rencana HUT RMS 25 April 2005 nanti. Bambang juga menyatakan, pada 23.00 WIB tadi malam sempat ada ancaman bom di BCA Cabang Ambon di Jalan Patimura. Hanya saja setelah disisir oleh tim Jihandak Polda Maluku hanya ditemukan sebuah kardus kosong. "Kita hanya menemukan kardus saja. Tidak ada ancaman bom," tegasnya.Sementara, sebanyak 9 pos pengamanan di wilayah Kudamati sudah melakukan penjagaan dan diawasi oleh sejumlah Pamen Polda Maluku. Sedangkan 3 pos di rumah Jhon Rea Mosestuanakota dan Alex Manuputty dijaga ketat Brimob. Berdasarkan pantuan detikcom di kota Ambon saat jalanan sepi dari lalu lintas kendaraan. Hampir semua jalan-jalan dan pusat perbelanjaan sepi termasuk di Ambon Plaza yang biasanya selalu ramai dikunjungi warga.
(mar/)











































