"Masih proses, nanti kami panggil dan kami kaji lalu pleno," jelas Ibrahim ditemui di TPS 07, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (19/4/2017).
Menurut Ibrahim kalau terbukti adanya temuan pelanggaran terkait sapi tersebut, penanganannya akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.
"Kalau memang itu masuk pelanggaran administrasi karena itu di luar jadwal kampanye, maka masuk ke KPU, jadi kita lihat hasil akhirnya bagaimana kajian kami di Panwaslu Kepulauan Seribu," kata Ibrahim.
Sementara itu sampai saat ini, menurut Ibrahim, belum ada laporan pelanggaran terkait pelaksanaan pemilu di Kepulauan Seribu. Menurutnya ada beberapa wilayah yang dikategorikan rawan.
"Pemantauan sejauh ini cukup kondusif, aman, dan tidak ada terjadi sesuatu yang menjadi titik rawan di antaranya Pulau Kelapa, Tidung, Pemilih yang jauh di lepas minyak pantai, Alhamdulillah kami bersyukur baik dari Paslon dua maupun paslon tiga yang telah menjaga kondisi kepulauan seribu," ujar Ibrahim.
Baca juga: Penjelasan Timses Ahok-Djarot soal Sapi di Kepulauan Seribu
Sebelumnya, tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menyebut sapi-sapi itu akan dibagikan kepada para kader PDIP.
"Setiap bulan PDIP selalu memberikan sapi ke PAC, apa dianggap money politics?" tanya Sekretaris Tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, Selasa (18/4).
Dia menyebut tidak ada arahan dari tim pemenangan terkait pengiriman sapi tersebut. Ace mengatakan pemberian sapi itu rutin dilakukan, hanya saja bulan ini bersamaan dengan momen pilkada.
"Intinya di dalam tim pemenangan tidak ada kebijakan seperti itu. Boleh dicek, termasuk arahan dari ketua atau sekretaris. Nggak ada cara-cara seperti itu," sambungnya. (rna/dnu)











































