Paksa PSK Dibebaskan, Polisi Ngamuk di Kantor Satpol PP

Paksa PSK Dibebaskan, Polisi Ngamuk di Kantor Satpol PP

- detikNews
Minggu, 24 Apr 2005 11:48 WIB
Padang - Ini sungguh kejadian yang mencoreng citra polisi. Hanya gara-gara seorang pekerja seks komersial (PSK), puluhan polisi menyerang kantor satuan polisi Pamong Praja (satpol PP). Kejadian memalukan itu terjadi di kantor satpol PP Kota Padang, Minggu (24/4/2005) pukul 02.00 WIB. Ceritanya bermula dari operasi yang digelar satpol PP menertibkan pelacuran di kota Padang. Dari operasi yang digelar pukul 01.00 WIB itu, satpol PP menangkap satu orang yang diduga PSK. Sang PSK lalu dibawa ke pos satpol PP. PSK itu kemudian dikurung di sebuah ruangan di kantor di Jl. Bagindo Aziz Chan itu. Tak dinyana, penangkapan pelacur itu justru membuat marah sejumlah polisi. Tak lama berselang setelah penangkapan itu, sekitar 15 orang berseragam polisi tiba-tiba menyatroni pos satpol PP. Mereka meminta si PSK dibebaskan. Satpol PP menolak permintaan polisi tersebut. Dengan geram polisi lantas menanyakan jumlah satpol yang dini hari itu piket. "Berapa anggota sekarang yang ada di kantor ini?" tanya salah seorang polisi. Salah seorang satpol PP yang ditanya menjawab ada 200 anggota yang saat itu berjaga di kantor. Mendapat jawaban itu, entah ngeper, belasan polisi itu lantas pergi. Sebelum pergi, di halaman pos satpol, mereka meletuskan pistol sebanyak 2 kali. Namun ternyata mereka meninggalkan pos satpol untuk memanggil teman-temannya. Tak berapa lama para polisi datang lagi. Kali ini jumlah mereka 60 orang dengan mengenakan seragam dan senjata lengkap. Mungkin merasa di atas angin, mereka kemudian mengamuk. Orang-orang berseragam polisi itu mendobrak pintu masuk kantor satpol hingga roboh. Mereka kemudian mengobrak-abrik pos tersebut untuk mencari si PSK. Kaca ruangan sekretariat juga jadi sasaran kemarahan hingga pecah. Kemudian polisi menuju ke ruang informan, tempat si pelacur dikurung. Pintu ruangan itu juga didobrak hingga ambruk. Meski berhasil membebaskan pelacur, polisi itu tak juga puas. Mereka masih terus mengamuk. Loker satpol PP pun diobrak-abrik untuk menumpahkan kemarahan. Mereka juga menyeret puluhan anggota satpol PP ke Poltabes Kota Padang. Sebelum dibawa pergi, sangkur dan radio komunikasi satpol PP dilucuti. Puas menyalurkan kemarahan, mereka pun meninggalkan pos satpol. Tapi sebelum pergi, lagi-lagi mereka mengeluarkan tembakan. Kali ini 4 tembakan diletuskan ke udara."Kami berusaha menenangkan. Tapi merekanya sepertinya sulit dibendung dan langsung menyerbu," kata salah seorang petugas satpol PP sedih. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads