DetikNews
Rabu 19 Apr 2017, 09:45 WIB

Ular Sanca Ditemukan di Sebuah RS Tangerang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Ular Sanca Ditemukan di Sebuah RS Tangerang Foto: Dok. Juanda
Tangerang Kota - Karyawan rumah sakit di Kota Tangerang 'dihantui' kehadiran ular sanca di kawasan kantor mereka. Salah seorang staf bagian dapur RS tersebut menduga ular itu tiba karena hujan terus mengguyur ada sore hari.

"Akhir-akhir ini Kota Tangerang sering dilanda hujan menjelang sore hari. Debit air sungai pun meningkat. Mungkin hal inilah salah satu penyebab merajarelanya ular-ular ke permukiman. Salah satunya adalah yang terjadi di Rumah Sakit Carolus Summarecon, Gading Serpong, Tangerang," kata Micael Adi Sanusi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/4/2017).

Proses penangkapan ular sanca di RSProses penangkapan ular sanca di RS. (Dok. Juanda)


Pria yang karib disapa El itu mengatakan penemuan ular tersebut terjadi pada Selasa (18/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. El mengatakan dua rekannya, yang bertugas di dapur dan sedang berdinas malam, saat itu tengah beristirahat sejenak di dekat kolam ikan. Mereka kemudian dikagetkan kehadiran ular sanca yang panjangnya kira-kira 1,5 meter.

"Jarak dari dapur ke kolam itu dekat, di dekat kolam ada kayak kebun-kebun gitu. Terus waktu mereka lagi ngobrol, ular ini menampakkan diri dari penampungan pembuangan di depan kolam muncul kepala. Biasanya kan nggak pernah nongol di situ, mereka kaget," tutur El.

Proses penangkapan ular sanca di RSProses penangkapan ular sanca di RS (Dok. Juanda)


Kedua temannya itu melihat gerakan ular yang kemudian merayap di tembok. Mereka memperhatikan gerakan ular itu sigap mengincar mangsanya.

"Si ular ini ke atas menongolkan kepala, dia merayap di tembok, nyaplok cicak. Ukurannya sebesar paralon panjang 1,5 meter. Begitu nyaplok, teman saya kaget lari dan tutup pintu," kata dia.

El menambahkan ular yang sama ditemukan rekannya di bagian engineering yang sedang berkeliling mengecek mesin. Temannya itu melihat ular sanca bersembunyi di paralon besar yang ditanam di bawah tanah.

"Pagi-pagi sebelum subuh, ada (staf) engineering keliling mau cek mesin di atas, dia ngeliat ular itu masih di situ. Posisinya itu dia memasukkan diri ke pembuangan air, dia (ular) sembunyi di paralon," tuturnya.

Empat karyawan RS berusaha menangkap ular sancaEmpat karyawan RS berusaha menangkap ular sanca. (Dok. Juanda)

El mengatakan, saat dinas pagi pada hari yang sama, sekitar pukul 09.00 WIB, seorang karyawan bagian dapur juga menemukan ular besar. El mengatakan ada empat rekannya yang berusaha mengusir ular tersebut.

"Saya dinas pagi pas kira-kira jam 9.00 ada karyawan ke dapur, dia ambil garam untuk apaan eh itu ada ular gede banget. Saya penasaran kan langsung ikut ke atas naik ke lantai 2, ternyata satu paralon nyambung atas bawah, di sudut disiram air garam. Sementara dari bawah ditarik pakai besi sama karyawan lain," kata El.

El menyebut temannya terus menyiramkan air garam ke paralon itu, namun ular tersebut bergeming. Selain menyiram air garam dan mendorong ular itu dengan besi, teman El menyiramkan air panas untuk memancing ular itu keluar dari paralon. Mereka juga membuat lubang di salah satu bagian paralon.

"Cuma dia kuat banget disiram air garam, akhirnya ada karyawan lain lagi ke dapur. Itu ular susah banget (keluar) disiram pakai air panas juga. Pipa itu juga dilubangin supaya masukin besi buat narik si ular. Waktu ditarik, sudah mulai kepanasan dia keluar kepalanya, begitu keluar dari bolongan celah, langsung karyawan sigap," ucapnya.

Ular sanca berhasil ditangkap dan dimasukkan ke karungUlar sanca berhasil ditangkap dan dimasukkan ke karung. (Dok. Juanda)

El mengatakan ada empat orang yang berjibaku menaklukkan ular tersebut. Meski sempat memberontak, akhirnya ular itu berhasil ditangkap dan dimasukkan ke karung.

"Kurang-lebih ada empat orang yang narik ular itu. Ular itu berontak dan licin banget. Ada satu teman yang sigap dengan jaring memukul kepala ular, kemudian sisanya menarik badan dan ekor ular yang mulai membelit tangan teman yang menjaring ular itu akhirnya satu pegang kuat, diambil karung dimasukin ekornya, diikat langsung dimasukin karung didobel," katanya.

El kemudian melaporkan temuan ular itu ke atasannya. Menurut atasannya, di RS tersebut pada 2011 juga pernah disambangi ular.

"Kami curiga takutnya kalau ada induknya, akhirnya cerita ke user kalau di belakang ada ular. Langsung kata dia ini dulu kebun semua, dulu pernah panggil pawang ular pas 2011. Katanya dulu lebih parah, masuk lewat pintu belakang dekat tangga mau ke kolam, masuk ke kantin, masuk ke toilet cewek," ujar El.

El menyebut, setelah ular dimasukkan ke karung, dia tidak tahu keberadaan ular tersebut. Dia mengaku khawatir akan ada serangan ular lain di kantornya.

"Ular itu masih di karung dan sudah disingkirkan dari Carolus. Biasa juga ditemukan ular kecil-kecil, tapi bukan di situ, tapi ketemunya di parkiran. Harapannya supaya nggak ada ular lagi," tuturnya.

Narasumber berita ini, Micael Adi Sanusi merevisi keterangannya soal ular ini. El, demikian dia disapa, menyampaikan kepada redaksi bahwa ada keterangannya yang tak sesuai fakta. Berikut penjelasan dari El:

Sore. Saya minta tolong berita soal ular kemarin itu direvisi. Karena apa yang saya sampaikan kemarin itu rupanya ada yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi TKP, berikut penjelasannya:
1.Ular tersebut ternyata bukan dari sungai dan tidak ada kaitannya dengan debit air meningkat. Sebab ular itu ternyata ular peliharaan milik orang yang tinggal di perkampungan di belakang RS Carolus.
2. Waktu itu memang saya katakan disiram air panas, karena saya lihat memang ada karyawan ke dapur yang minta air panas. Tapi begitu tahu itu ular peliharaan, maka tidak jadi disiram air panas.



(ams/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed