Polresta Depok Siaga Cegah Pengerahan Massa ke Jakarta

Polresta Depok Siaga Cegah Pengerahan Massa ke Jakarta

Hendrik Raseukiy - detikNews
Selasa, 18 Apr 2017 22:21 WIB
Polresta Depok Siaga Cegah Pengerahan Massa ke Jakarta
Foto: Hendrik Raseukiy/detikcom
Jakarta - Pasukan Polres Kota Depok berstatus Siaga I berkaitan dengan pengamanan Pilkada DKI Jakarta. Bila ada massa yang memaksa masuk Ibu Kota, mereka akan ditahan sementara.

"Sesuai perintah Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Polresta Depok melarang pengerahan massa ke Ibu Kota berkaitan dengan Pilkada Jakarta. Bila ada massa yang memaksa, akan dilakukan pengamanan dan penahanan sementara," kata Wakapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani seusai apel Siaga I Pasukan di Mapolresta Depok, Selasa (18/4/2017) malam.

Polresta Depok siaga I cegah pengerahan massa ke JakartaPolresta Depok siaga I mencegah pengerahan massa ke Jakarta. (Hendrik Raseukiy/detikcom)

Faizal menyebut ada 11 titik di Kota Depok yang menjadi jalur akses masuk massa dari Bogor menuju Jakarta. Faizal menambahkan antisipasi utama adalah mencegah masuknya massa dari Kabupaten Bogor sehingga jalur kereta Commuter Line (KRL) adalah jalur yang mendapat perhatian khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faizal mengatakan Polresta Depok sudah berkoordinasi dengan Polres Bogor Kota dan Bogor Kabupaten soal pergerakan massa. Dia menyebut sudah ada pergerakan massa dari Puncak dan Parung, Bogor, yang bisa disekat polisi. Sedangkan potensi pergerakan massa dari Kota Depok sendiri belum terindikasi.

Selain 700 personel yang ditugaskan membantu Polres Metro Jakarta Selatan, Polresta Depok menerjunkan 576 personel untuk pengamanan wilayah dan patroli. Lewat tengah malam nanti, pukul 00.00 WIB, patroli show of force ditugasi menghadang massa yang tidak berkaitan dengan pilkada DKI Jakarta.
Polresta Depok siaga I cegah pengerahan massa ke JakartaPolresta Depok siaga I cegah pengerahan massa ke Jakarta. (Hendrik Raseukiy/detikcom)

Berdasarkan rapat koordinasi Menko Polhukam, Kapolri, dan Panglima TNI, ditegaskan petugas di lapangan untuk tidak ragu mengambil tindakan yang cepat dan tepat di lapangan. Pasalnya, segala risiko menjadi tanggung jawab pimpinan.

"Apa pun risikonya, tidak ada anak buah yang salah. Semua tanggung jawab ada di pimpinan. Setiap komandan lapangan dan anggota harus dapat berkomunikasi yang baik dengan masyarakat dan berani mengambil keputusan cepat bila ada massa yang memaksa. Jangan ragu-ragu," ujar AKBP Faizal Ramadhani menyemangati pasukannya.

Faizal mengingatkan, polisi sudah mengeluarkan ultimatum yang melarang pengerahan massa dari kelompok masyarakat yang tidak ada kaitan langsung dengan Pilkada DKI Jakarta. (ams/ams)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini