Djarot: Pilgub DKI Tak Boleh Dijadikan Ajang Taruhan

Pilgub DKI Putaran Kedua

Djarot: Pilgub DKI Tak Boleh Dijadikan Ajang Taruhan

Nathania Riris Michico - detikNews
Selasa, 18 Apr 2017 18:16 WIB
Djarot: Pilgub DKI Tak Boleh Dijadikan Ajang Taruhan
Foto: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Momen Pilgub DKI tidak hanya menjadi ajang pesta demokrasi, namun juga dijadikan sebagai ajang judi oleh beberapa pihak. Cawagub DKI yang juga petahana Djarot Saiful Hidayat menganggap hal tersebut sangat tidak tepat karena menjadikan pilkada seperti judi pertandingan bola.

"Hal seperti ini sebetulnya nggak baik, nggak bener, kayak taruhan bola saja," kata Djarot setelah meninjau flyover Bintaro di Jalan Bintaro Permai, Jakarta Barat, Selasa (18/4/2017).

Dia menyayangkan adanya taruhan seperti ini yang masih kerap terjadi saat pemilihan kepala daerah berlangsung. Sewaktu ikut Pilkada Blitar pun, Djarot mengaku juga dijadikan bahan taruhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Tim Anies-Sandi: Tak Pantas Pilgub DKI Jadi Ajang Judi!

"Dulu pas aku maju di Blitar itu juga pada taruhan itu, bahkan taruhannya itu botol-botol diapit, misal satu banding dua, satu banding tiga. Kalau itu sudah diapit, itu tiga pasang digabung lawan saya," jelasnya.

Dia menegaskan pilkada tidak boleh dijadikan ajang judi seperti pertandingan bola. "Bola saja nggak boleh (dibuat taruhan), apalagi pilkada. Judi kan nggak boleh," tambah Djarot.

Sebelumnya diberitakan Pilgub DKI putaran kedua masuk bursa taruhan di sejumlah situs judi internasional. Nama pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno masuk dalam kategori taruhan olahraga. (nth/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads