detikNews
Selasa 18 April 2017, 17:54 WIB

Melanie Subono Perkarakan Animal Defender Soal Kematian Anjing

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Melanie Subono Perkarakan Animal Defender Soal Kematian Anjing Foto: Melanie Subono di Mapolda Metro Jaya (Vino-detikcom)
Jakarta - Melanie Subono melaporkan Doni Hendaru, pemilik Animal Defender ke Polda Metro Jaya. Pelaporan ini terkait adanya kelalaian dan penelantaran saat anjing kesayangannya dititipkan di tempat Doni.

"Yang pengen gua laporin adalah kelalaian, penelantaran, karena ini kan tempatanya konon, walaupun masih dicek izinnya, memang tempat yang secara izin itu menitipkan yang seharusnya bertanggungjawab pada pemilik itu," ujar Melanie di Mapolda Metro di Jl Jenderal Sudirman Kavling 55, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Namun pelaporan ini belum selesai, Melanie diminta untuk datang lagi ke bagian Sumber Daya Lingkungan Direktorat Reserse Krimsus Polda Metro pada hari Jumat (21/4).

"Hari ini belum selesai bikin laporan karena untuk bikin laporan tertulisnya, masuknya ke krimsus (kriminal khusus) bukan ke krimum (kriminal umum), dan itu harus hari Jumat karena ini ternyata masuknya ke sumber daya alam dan lingkungan, jadi itu adanya hari Jumat," kata Melanie.

Dalam kesempatan ini juga, Melanie menceritakan bagaimana awalnya dia menitipkan anjing peliharaannya ke Doni. Menurutnya, dua anjing nya itu telah dititipkan sejak Maret 2016.

"Aku sekalian menjawab video kan, Doni bikin video klarifikasi tuh, jadi pada awal tahun lalu, Maret tahun lalu menitipkan lima ekor anjing pada awalnya, tiga sudah diambil balik, tersisa dua, dua ini emang suka berantem di rumah, karena belum disteril," terang Melanie.

Pada bulan Juli 2016, Melanie mulai jarang melihat anjing peliharaannya itu. Dia sempat menanyakan ke Doni tapi jawabannya tidak pasti.

"Juli gua mulai lost contact sama Nina. Tiap gua kesana, enggak ada. Gua tanya, jawab entar entar entar. Akhir juli sempat dua minggu tiga minggu gua enggak cek karena gua tabrakan, ya sudah sampai hari ini, minggu lalu video itu naik, ya itu gua enggak bisa hubungi, enggak bisa dijawab, gua minta anterin juga enggak pernah ketemu, anak gua dimana," terangnya.

Dia pun akan terus menempuh jalur hukum atas penelantaran peliharaannya itu. Melanie menegaskan kalaupun ada ajakan damai, dia akan mengikuti damai namun proses yang ada tetap harus dilanjutkan.

"Damai damai aja, proses jalan karena terlalu banyak temukan setelah itu, kalau gua enggak melaporkan hal itu, mendingan gua berhenti jadi duta perbudakan, ini apa segala macam, masa yang jauh gua teriakin, yang dalam internal gua biarin," tutur Melanie.

Hingga berita ini diturunkan Doni Hendaru belum bisa dikonfirmasi terkait pelaporan yang akan dilakukan Melanie Subono.

Namun Doni Herdaru Tona lewat akun Instagramnya, @doniherdaru, telah memberikan penjelasan pada 11 April lalu. Berikut adalah petikan penjelasan-penjelasan terkait anjing Melanie Subono, dia unggah di akun Instagramnya itu.

Entah mau mulai dr mana. Tp gue udah gak tahan juga disuruh diam sama teman2 agar tdk emosi merespons fitnah2 ini. Namun perlu disampaikan bbrp hal, agar berimbang. Objketif adalah wajib, agar tdk terbawa satu opini, asumsi.

- Kesalahan utama gue, adalah menunda pemberitahuan Nina wafat ke Mbak Mel. Kondisi beliau dimana 1 anjingnya belum lama wafat dirumahnya, diambah kondisi Rancid yg terus menurun krn kanker pankreas disertai tumor di beberapa titik badan serta gagal ginjal kronis, membuat gue berkeputusan menunda kabar itu krn gak mau Mbak Mel shock dan berpengaruh ke Rancid juga nantinya. Hanya itu saja alasan gue tunda kabarnya. Jika sikap melindungi Mbak Mel dr shock kala dia sedang agak frustasi dgn urusan Rancid, gue terima resikonya. Memohon maaf tulus kpd Mbak Mel soal ini. Tadi siang dgn mediasi seorang kawan, berniat bertemu Mbak Mel namun beliau tolak. Tdk mengapa. Kami paham. Abu kremasi Nina masih kami simpan baik disini.

- Rancid kami bantu rawat selama Mbak Mel gak bisa rawat dirumahnya krn kesibukan pekerjaan dan tugas beliau. Dia kami tempatkan di kamar spesial dgn AC, dimana kondisinya makin lama makin menurun disertai bolak balik ke dokter magda, sampai kencing dan pup gak bs pada tempatnya dan kami rela urus tanpa berkeluh kesah. Kewajiban kami membantu apa yg kami bisa. Sesederhana itu. Lalu ketika kondisi Rancid makin drop, Mbak Mel memutuskan merawat Rancid dirumahnya sampai akhir hayatnya disana.

Kemudian, ada permohonan maaf dari Doni yang dia cantumkan di keterangan gambar unggahan Instagramnya ini. Berikut adalah bunyinya:

Penjelasan beberapa hal, termasuk permohonan maaf tulus untuk Mbak Mel. .

Info tambahan :Nina berada di shelter kami waktu itu karena perkelahian terus menerus dengan anjing Neng. Kami bantu rehab dan liat permasalahan sebenarnya dimana dan menemukan pada setiap konflik kedua anjing ini, selalu dimulai oleh Nina dan bukan dimulai oleh Neng. Walau banyak anjing lain, namunyg tengkar hanya dua ini saja. Anjing2 kami gak pernah ikutan. Dan tidak ada pitbull yang campur ke kelompok utama pada saat masa Nina dan neg ada di shelter. Tida ada. .

Nina suatu kali provokasi Neng, dan Neng merespons, mengakibatkan luka sobek di perutnya, dan gue bareng Budi yang anter ke klinik Drh Magda untuk dpt penanganan / dijahit, dan kami rawat lanjutan di shelter. Hal ini pun, gue beritahukan ke Mbak mel setelah bbrp hari kejadian, krn mengingat beliau cemasan dan saat itu sedang di luar kota menjalani agendanya, dan pas di klinik dokmag, gue WA beliau dgn nada becanda, mbak lagi apa? Beliau tanya ada apa, gue jawab gak, cuma ngetes aja. .

Demikian gue mau kakak gue ini gak mudah cemas pada anak2nya. Tanpa maksud yg lain2. . Namun, pada perjalanannya jika rasa ingin menjauhkan rasa cemas dan shock ini membawa masalah, gue minta maaf tulus krn tidak bermaksud apapun, hanya mau agar tidak drop. Dan gue siap menerima konsekuensi jika gue salah untuk hal tsb.



(rvk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed