Dalam sambutannya, Ahok mengaku senang dengan kinerja Rahmat sebagai Wali Kota Bekasi. Alasannya, Rahmat dianggap cepat dalam bekerja dan memiliki tujuan yang sama dengan dirinya, yaitu mengabdi pada masyarakat. Bahkan, Ahok mengatakan komunikasi yang dijalinnya dengan rahmat tidak perlu melalui surat-menyurat secara resmi, melainkan cukup dengan percakapan di aplikasi Whatsapp.
"Kami juga senang ada partner tetangga yang begitu cepat. Kita nggak pakai surat, pakai WA saja, langsung ambil tindakan. Kita tentu, saya bilang ngapain habisin uang bayar swasta untuk pengelolaan sampah yang wanprestasi, merusak lingkungan, kesehatan, mending uangnya dikasih ke Bekasi," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bisma Alief/detikcom |
Ahok menganggap, wilayah Jakarta bukan hanya sebatas Jakarta saja tapi juga mencakup daerah-daerah penyangga seperti Bekasi, Depok dan Tangerang. Tapi hal tersebut, lanjut Ahok, bukan soal kekuasaan tapi soal tanggung jawab. Karena itu, Ahok menganggap keputusannya membuat TransJakarta hingga Bekasi dan Tangerang adalah keputusan yang tepat.
"Model kerja sama ini saling menguntungkan. MRT, LRT bisa lewat semua. Sama kaya pas dulu MRT waktu Wapres Boediono nanya 'siapa yang tanggung jawab bayar utang MRT begitu banyak?'. Jabar dan Banten keberatan, saya sampaikan waktu itu DKI yang tanggung jawab untuk menyelesaikan ini," kata Ahok.
"Yang penting, kalau kerja sama kaya gini enak tanpa lihat parpolnya apa. Karena hatinya mau ngurusin orang banyak," lanjut Ahok.
Sementara, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan kerja sama kali ini adalah pemberian bantuan air bersih untuk tiga kelurahan yang ada di sekitar Bantargebang. Nantinya, air bersih tersebut akan diberikan cuma-cuma kepada warga.
"Apa yang diharapkan Pemerintah Kota Bekasi terkait bantuan langsung, Kota Bekasi diberi bantuan maksimal Rp 300 miliar. Semoga bisa dirasakan oleh warga sekitar yang mendapat bantuan. Kita doakan Gubernur agar tetap sehat, kuat dan diberikan keleluasaan untuk terus memimpin," tutupnya. (bis/idh)











































Foto: Bisma Alief/detikcom