"Di tahun 2017 ini, kita lakukan pilkada di 101 daerah berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. Karena masyarakat menyadari ini merupakan tugas kita bersama. Bisa begini juga karena aparat keamanan melaksanakan ini sebagai tugas," kata Wiranto di Econvention Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017).
Wiranto menyampaikan hal itu di depan sekitar 22 ribu personel TNI dan Polri yang akan bertugas menjaga kelancaran pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Rabu (19/4) besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam negara demokrasi, ada misi pemerintah untuk melindungi segenap warga Indonesia. Yang artinya melindungi hak politik dan juga menjamin hak politik dari warganya," kata dia.
"Oleh karena itu, kami bersama Presiden, beliau berpesan agar hak-hak konstitusi, hak pilih rakyat harus dihormati, dijaga dan dilindungi agar mereka dapat menyalurkan hak pilihnya sebebas-bebasnya, dengan aspirasi yang mereka anut, tidak ada intimidasi," tutur Wiranto.
Dia mengatakan aparat percaya proses pemungutan suara besok akan berjalan dengan baik. Wiranto mengharapkan para aparat yang akan bertugas nanti dapat mengedepankan sikap preventif. Sebab, yang akan mengikuti gelaran lima tahun sekali ini adalah rakyat sendiri.
"Kita bukan hadapi musuh, tapi hadapi rakyat sendiri. Oleh karena itu, kita harus jaga perilaku kita. Tapi tetap tegas bila terjadi pelanggaran hukum. Hukum harus ditegakkan dengan baik," tuturnya.
Dia juga mengharapkan adanya kerja sama dari masyarakat. Wiranto mengingatkan juga agar warga luar Jakarta tidak datang secara berbondong-bondong agar situasi kondusif tetap terjaga.
"Kita mohon juga kepada masyarakat DKI melaksanakan hak pilih dengan tertib dan aman. Untuk masyarakat luar DKI, kita peringatkan jangan berbondong-bondong datang ke DKI yang sudah diingatkan oleh Maklumat Kapolda Metro dan kapolda lainnya agar pilkada ini dapat kita rawat dan kita jaga," ucapnya.
Dia menuturkan penugasan yang diberikan pada pengamanan pilkada ini sebagai sebuah kehormatan. Dia berpesan agar para petugas tetap menjaga netralitas dalam Pilkada DKI putaran kedua ini.
"Setiap penugasan kepada kita, penugasan adalah kehormatan. Keberhasilan adalah kebanggaan. Jaga netralitas sebagai aparat, jaga netralitas sebagai penyelenggara pemilu," tuturnya. (jbr/idh)











































