"Jadi saat itu kami diundang dalam sebuah acara dan video itu Desember tahun lalu," ungkap Sandiaga di Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).
Baca Juga: Timses: Anies Bukan Bagi Sembako, tapi Hadiri Pasar Murah 22 Desember
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sandiaga merasa pemilih sudah cerdas dan mampu melihat mana yang berniat baik saja atau mencoba melakukan politik sembako. Sandi juga meminta agar praktik-praktik seperti itu dihentikan saja.
"Mana yang berniat baik atau mencoba melakukan politik sembako dan politik uang di saat-saat terakhir. Menurut saya, harus dievaluasi ulang apakah begini caranya demokrasi kita," papar Sandi.
"Kalau saya menjunjung tinggi pemilu yang jujur adil dan demokratis. Nanti para pendukung paslon berhentilah melakukan hal-hal seperti itu, karena masyarakat sudah cerdas sekali memantau dan melaporkan temuan-temuan itu," tegasnya.
Baca Juga: Anies Dilaporkan soal Sembako, Timses: Itu Aktivitas Legal
Dia berharap seluruh warga Jakarta dapat menggunakan hak pilihnya besok. Sedangkan mereka yang tidak dapat memilih tidak memaksakan kehendak demi pemilu yang demokratis.
"Mudah-mudahan semua dapat haknya dan yang tidak dapat jangan memaksakan ikut memilih. Karena kita ingin pemilu yang berlangsung ini berjalan dengan demokratis," tutupnya. (adf/imk)










































