Tak Perlu Khawatir dan Ragu, Silakan Mencoblos di TPS

Pilgub DKI Putaran Kedua

Tak Perlu Khawatir dan Ragu, Silakan Mencoblos di TPS

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 18 Apr 2017 13:32 WIB
Tak Perlu Khawatir dan Ragu, Silakan Mencoblos di TPS
Dok. detikcom/warga Pramuka memilih di pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta (Foto: Hasan Al Habshy)
Jakarta - Polisi mengajak warga Jakarta yang memiliki hak pilih untuk mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). Tak perlu khawatir datang ke TPS karena pencoblosan akan dijaga ketat personel pengamanan gabungan.

"Tentunya warga Jakarta yang sudah mempunyai hak pilih, silakan besok untuk memilih di TPS masing-masing. Kita TNI dan Polri akan mengamankan jalannya pencoblosan. Warga tidak usah khawatir, warga tidak usah ragu-ragu, silakan pilih sesuai dengan hati nurani, karena ini untuk masa depan DKI Jakarta," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (18/4/2017).


Argo kembali mengingatkan larangan pengerahan massa ke TPS saat pencoblosan. Pemantauan pemungutan suara bisa dilakukan lewat media massa sebab pengamanan TPS termasuk pemantauan jalannya pencoblosan dilakukan pihak penyelenggara termasuk saksi pasangan calon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lakukan imbauan untuk tidak usah datang ke Jakarta. Karena semua mekanisme sudah ada di UU, mekanisme pilkada juga ada, di situ di UU juga jelas siapa yang mengamankan," tuturnya.

Guna mengantisipasi mobilisasi massa, Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan Polda wilayah lain untuk mencegah kedatangan massa ke Jakarta. Massa dari luar Jakarta disebut tidak berkepentingan mengurusi pilkada DKI.

"Jadi kita sendiri harus cerdas, masyarakat kita sendiri harus pintar, bagaimana nanti untuk memilih gubernur kita, bukan dari provinsi lain yang menunjuk itu," tuturnya.

Argo juga menegaskan bila saat pencoblosan masih dilakukan pengerahan massa yang mengganggu atau mengintimidasi pemilih, maka polisi akan menindak tegas.

"Jadi kalau hanya untuk melihat menjadikan intimidasi, menjadikan ketakutan dan kekhawatiran warga, kita dorong kita kembalikan ke wilayah masing-masing," imbuh Argo. (knv/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads