Sejak saat itu banyak warga yang berziarah ke petilasan dibuat penasaran dan sekaligus ingin bersilahturahmi dengan Mbah Fanani. Sehingga usai berziarah mereka selalu menyempatkan diri untuk 'mengantre' agar bisa bertemu dengan mbah yang identik dengan rambut gimbalnya itu.
Terpantau sejak sejak Senin 17 April siang kemarin, banyak warga yang silih berganti berdatangan. Bahkan di hari kedua, Selasa 18 April, warga yang datang semakin banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dapat kabar Mbah (Fanani) ada di sini. Jadi sekalian sama keluarga tadi pakai mobil ke sini," ucapnya.
Lain lagi dengan seorang wanita paruh baya, sebut saja Siti. Sebelum ramai seperti saat ini, dia mengaku sudah lama mengenal Mbaf Fanani. Bahkan saat masih berada di Dieng dia rutin berkunjung hanya sekedar bersilahturahmi.
"Waktu masih di Dieng saya sering (silahturahmi). Sekarang katanya ada di sini, makanya saya sekarang silahturahmi ke sini," kata wanita asal Yogyakarta itu.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Selain warga biasa rupanya 'magnet' Mbah Fanani juga menarik perhatian aparat dan pejabat. Kedatangan mereka tidak hanya untuk ziarah atau silahturahmi, tapi ada juga yang sengaja datang untuk mencari informasi dan mengklarifikasi isu yang beredar jika Mbah Fanani 'diculik' dari tempatnya semula di Dieng.
Hingga pukul 12.00 WIB, hilir mudik warga yang datang dan pergi terus terlihat di lokasi. Bahkan pengurus petilasan kini punya tugas baru yakni mengatur lalu lintas dan parkiran karena jalan juga lahan untuk parkir kendaraan terbatas dan tak sebanding dengan jumlah warga yang datang. (try/try)











































Foto: Tri Ispranoto/detikcom