Penyelundup di Perbatasan Jika Perlu Tembak di Tempat

Penyelundup di Perbatasan Jika Perlu Tembak di Tempat

- detikNews
Sabtu, 23 Apr 2005 21:02 WIB
Kupang - Insiden penembakan terhadap Pasukan Pengamanan Perbatasan (Paspamtas) di wilayah perbatasan RI-Timor Leste dinilai sebagai perbuatan biadab dan tidak bisa ditolerir. Prajurit TNI harus berani menindak tegas para penyelundup dan jika perlu tembak di tempat.Pernyataan ini disampaikan Pati Ahli KASAD Brigjen TNI Moeswarno Moesanip melalui saluran telepon, Sabtu (23/4/2005). Aksi penyelundup yang dilakukan baik dari Timor Barat maupun Timor Leste sudah sangat meresahkan. Saat ini waktu yang tepat untuk melumpuhkan jaringan maupun aktivitas mereka."Tidak ada pilihan lain. Tindak tegas para penyelundup dan bila perlu tembak di tempat karena tindakan menyerang aparat sudah sangat keterlaluan dan tiba bisa diterima dengan akan sehat," tandasnya. Sementara, Dansatgas Pamtas Kolonel Art. Yul Avianto yang dihubungi di Atambua mengungkapkan peluru yang digunakan para penyelundup adalah peluru tajam. Namun pihaknya masih menyelidiki siapa pemilik peluru itu. "Dari hasil analisa sementara di TKP, kuat kemungkinan penembakan berasal dari wilayah Timor Leste, saat korban yang adalah Komandan Pos Satgas Pamtas Dilumil, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, bersama prajurit lainnya menghadang para penyelundup," kata Avianto.Setelah insiden penembakan, para pelaku melarikan diri ke wilayah Timor Leste melewati Sungai Malibaca. Lettu Budi Setiawan yang sudah terluka menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di semak belukar. Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. Amir Hamka Manan mengatakan, peluru yang menembus paha kiri perwira TNI dari Batalyon Arteleri Medan 8/Udata Yudha Kostrad itu berasal dari senjata laras panjang. Insiden penembakan bermula saat pasukan TNI yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan kedua negara melakukan patroli. Mereka menemukan kurang lebih 9 orang yang melakukan penyelundupan BBM, Kamis (21/4/2005). (rif/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads