"Sebutkan oleh teman-teman, satu saja OTT yang berkaitan dengan Anies-Sandi. Satu saja, buktikan ke kita. Kita tantang, di mana pun untuk OTT Anies-Sandi terhadap sembako," ujar Wakil Ketua Tim Advokasi Anies-Sandi, Yupen Hadi, di posko Anies-Sandi, Jalan Cicurug No 6, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).
Yupen memastikan tidak ada dari pihaknya yang menyebar sembako saat kampanye Pilgub DKI dan ketika masa tenang. "Semua pelaku penyebaran sembako tidak ada yang dari Anies-Sandi," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yupen menyebutkan video viral yang memperlihatkan Anies membagikan sembako merupakan upaya untuk mengalihkan isu sembako kepada pihaknya. Timses mengakui orang yang membagikan sembako di video itu memang Anies, namun itu dilakukan saat pasar murah ketika sembako dijual dengan harga yang wajar.
"Iya, ini kemudian sebagai counter dari mereka. Mereka buatlah cerita baru, katanya kitalah yang bagi-bagi sembako, diviralkan sebuah video yang kemudian oleh Bang Naufal dan tim media di-cross-check, ternyata itu video pada putaran pertama," jelas Yupen.
Baca Juga: KPU: Warga Harus Tolak Sembako Harga Miring dan Pasar Murah
Naufal Firman Yursak selaku Wakil Ketua Tim Media Center Anies-Sandi membenarkan isu video tersebut. Video itu adalah saat Anies hadir ke acara pasar murah pada Hari Ibu pada 22 Desember 2016. Untuk menjadi contoh saat mereka terpilih nanti, Anies-Sandi membuat acara pasar murah.
"Dan banyak sekali teman yang meliput Anies-Sandi, melihat itu. Sehingga itu jelas upaya membalikkan opini, di tengah fakta-fakta OTT terhadap tim sebelah. Anies-Sandi tidak pernah membagi-bagikan sembako. Itu dilakukan dalam bentuk bazar yang dilaporkan ke KPUD sebagai contoh pasar murah nanti, pada saat Anies-Sandi memimpin nanti," jelas Naufal di lokasi yang sama. (nvl/elz)











































