Usai Ngobrol dengan Jokowi, Wiranto Ingatkan soal Hasil Survei

Usai Ngobrol dengan Jokowi, Wiranto Ingatkan soal Hasil Survei

Ray Jordan - detikNews
Senin, 17 Apr 2017 18:44 WIB
Usai Ngobrol dengan Jokowi, Wiranto Ingatkan soal Hasil Survei
Foto: Dok, Humas PBSI
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto terlibat dalam perbincangan dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa petinggi keamanan negeri. Setelah itu, Wiranto bicara soal hasil survei politik.

Wiranto mengatakan saat ini banyak bermunculan lembaga survei yang merilis hasil jajak pendapat menjelang pencoblosan. Dia meminta warga tidak berpedoman pada hasil survei tersebut.

"Sekarang bermunculan lembaga-lembaga survei yang menghasilkan survei politik, ya. Saya sendiri sudah berpengalaman menghadapi survei-survei. Jadi saya memohon kepada masyarakat, ya dengarkanlah survei. Itu memang hak kita mendengarkan hasil survei, tapi jangan sampai survei itu diklaim sebagai suatu kebenaran. Jangan sampai kita yakin bahwa survei itu sesuatu yang pasti benar," kata Wiranto di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, kata Wiranto, setiap hasil survei itu pasti ada margin of error (tingkat kemungkinan salah). "Oleh sebab itu, masyarakat kami imbau juga tidak terpengaruh oleh survei-survei yang diyakini dan diklaim sebagai suatu kebenaran," katanya.

"Apalagi nanti saat pemilu usai, kan ada quick count ya, itu biarkan aja, nggak bisa dilarang. Tapi jangan sampai menjadi acuan bahwa penghitungan sudah selesai. Tentu nanti secara profesional para petugas KPU-Bawaslu akan bekerja keras untuk menyelesaikan penghitungan secara sah, sehingga itu yang menjadi suatu kebenaran yang kita hormati bersama," tambahnya.

Wiranto mengimbau kepada para pendukung pasangan calon untuk bisa menyalurkan secara riil dukungannya dengan cara menyalurkan hak suaranya ke TPS. Diharapkan masyarakat bisa menjaga demokrasi dengan baik.

"Diwujudkan dalam memilih, bukan diwujudkan secara fisik dalam suatu langkah-langkah yang merugikan kita semua. Sebab, jika terjadi sesuatu yang mengganggu ketertiban dan ketenteraman sampai terjadi kerusuhan, yang rugi juga masyarakat. Kita menodai sistem demokrasi yang begitu bagus, dapat pujian internasional terus kita nodai sendiri, kan sayang. Mari kita bersama-sama menjaga hasil baik demokrasi selama ini yang sudah terus bergerak menuju kesempurnaan," jelasnya. (jor/idh)


Berita Terkait