DetikNews
Senin 17 April 2017, 17:47 WIB

Cerita Kapolsek soal Truk Sembako 'Serangan Fajar' di Kalideres

Arief Ikhsanudin - detikNews
Cerita Kapolsek soal Truk Sembako Serangan Fajar di Kalideres Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Jakarta - Kepala Kepolisian Sektor Kalideres, Jakarta Barat, Komisaris Polisi Efendi menceritakan soal 3 truk dan 3 mobil pikap yang diamankan karena diduga mengangkut sembako untuk 'serangan fajar'. Efendi menegaskan tak ada pembagian sembako di Kalideres pada Minggu malam kemarin.

Menurut Efendi, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIB itu, ada iring-iringan kendaraan masuk ke sebuah gudang. Warga yang merasakan ada kejanggalan kemudian mendatangi gudang tersebut.

Cerita Kapolsek soal Truk Sembako 'Serangan Fajar' di KalideresFoto: Dokumentasi Panwascam


Warga pun curiga bakal ada pembagian sembako menjelang pencoblosan Pilgub DKI pada 19 April nanti. Kecurigaan ini timbul karena kendaraan masuk saat gudang sudah tutup. Warga pun kemudian menghubungi polisi karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi semalam itu ada mobil-mobil masuk ke sebuah gudang, kemudian disatroni warga menuduh mereka mau bagi-bagi sembako. Kan sudah malam pukul 19.00 WIB. Karena mau tutup gudang ini, makanya mereka telepon polisi," kata Efendi ketika dimintai konfirmasi detikcom, Senin (17/4/2017).

"Mereka (warga) khawatir dibakar atau apa, sopirnya dicegatin. Sampai di gudang itu mereka (sopir) kabur karena ketakutan," ucap Efendi.

Cerita Kapolsek soal Truk Sembako 'Serangan Fajar' di KalideresFoto: Dokumentasi Panwascam


Polsek Kalideres langsung mengamankan gudang dan sembako tersebut. Polisi juga sudah mendapat pengakuan dari sopir keenam kendaraan tersebut yang kabur. Mereka khawatir dianggap akan membagi-bagikan sembako.

"Kami datang, kami amankan karena yang dipersoalkan adalah sembako. Kami mengamankan agar tidak terjadi tindak pidana. Menurut mereka (sopir), mereka disatroni karena dianggap mau bagikan sembako itu," kata Efendi.

Namun Efendi menegaskan tak ada atribut cagub dan cawagub dalam truk ataupun sembako-sembako tersebut. "Saya nggak lihat ada gambar paslon atau logo partai, itu nggak ada. Kayak beras di dalam karung 20 kg, minyak masih kardusan, gula kemasan 1 kilo tapi dalam karung. Jadi kami amankan, silakan nanti Panwas yang tindak lanjuti," tutur Efendi.
(erd/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed