Kapolda: Pelaku Peledakan Teror Bom Ambon, Orang Suruhan

Kapolda: Pelaku Peledakan Teror Bom Ambon, Orang Suruhan

- detikNews
Sabtu, 23 Apr 2005 17:21 WIB
Ambon - Terkait peledakan bom di wilayah perbatasan Batu Gantung-Waringin Kelurahan Wainitu Kecamatan Nusaniwe kota Ambon, Kapolda Maluku, Brigjen Adityawarman mensinyalir pelaku bom adalah orang suruhan. "Motif pelaku rata-rata adalah orang suruhan. Kemungkinan ada yang menjadi otak dibalik peledakan bom itu," tegas Kapolda kepada wartawan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Sabtu (23/4/2005).Dirinya mengaku masih menyelidiki secara mendalam kasus ini. "Kita sudah mendalaminya. Dan sementara ini kita masih kembangkan," ujarnya.Disinggung status kelima warga yang ditahan, Kapolda menyatakan, dua diantara kelima warga itu statusnya tersangka. Namun dari hasil penyelidikan, diperkirakan jumlah tersangka akan bertambah empat atau lima orang.Selain itu, penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui apakah para pelaku peledakan bom itu berada dalam sebuah kelompok yang terencana. "Untuk ini, kita masih mendalaminya lagi. Bisa jadi mereka satu kelompok," ujar Kapolda.Hanya saja, lanjut Kapolda, rata-rata aksi bom di Maluku memiliki motif yang hampir bersamaan. "Nanti ujung-ujungnya penyelidikannya putus. Tapi sya bertekad akan mengungkap kasus bom yang terjadi diwilayah perbatasan ini," kata dia.Yang pasti tandas Kapolda, aksi teror dan peledakan bom di Ambo akhir-akhir ini untuk memperkeruh suasana jelang HUT RMS, 25 April. "Sudah terarah kepada bentuk provokasi keadaan Maluku. lihat saja, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba bom dilemparkan begitu saja. Makanya kita langsung grebek dan menemukan beberapapelaku," ujarnya.Terkait perkembangan peledakan granat di desa Batu Merah Maret lalu, Kapolda menyatakan saat ini pihaknya memiliki tim khusus yang menangani persoalan itu."Kami punya tim tersendiri yang sedang mengusut dan mengembangkan kasus itu," ujarnya.Kapolda juga mengakui, jika saat ini beberapa saksi yang dimintai keterangan tentang soal dimaksud, merasa terancam. Hanya saja dirinya belum mendapatkan laporan dimaksud. "Kita akan melindungi para saksi atau siapa saja yang memberikan keterangan kepada Polisi. Dan jika diminta perlindungan, kita siap memberikannya,"kata dia. (jon/)


Berita Terkait