"Kan ada tiga diatur dalam Alquran. Dia harus menyampaikan secara bijak kehidupan. Kemudian yang kedua, dakwah itu harus menjadi tuntunan bukan tontonan. Hari ini dakwah itu menjadi tontonan, enggak ada bedanya dengan sinetron yang kayak begitu," kata Dedy saat dimintai tanggapan oleh wartawan usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).
Dedy mengatakan, Bakomubin tidak ingin dinamika soal penyampaian ceramah yang terjadi saat ini terus terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, isi ceramah juga harus memberikan semangat persatuan. "Syarat baiknya negara ini ya harus kita perjuangkan. Sebab sekali lagi ingin saya sampaikan, persatuan itu ya harus diperjuangkan, tidak terjadi begitu saja," katanya.
Dedy menyatakan, Bakomubin sendiri bertekad untuk melahirkan para penceramah muda yang berwawasan komprehensif. Namun, semua ini ada prosesnya.
"Kita tidak akan mengubah para mubalig yang ada, kami akan melahirkan mubalig-mubalig muda yang menghasilkan wawasan yang komperehensif. Perlu punya wawasan global, tetapi jangan sampai tidak paham globalisasi. Ini perlu wawasan syariah, perlu wawasan fiqih tapi bukan fiqih yang dipertentangkan. Dan saya yakin kalau yang mempersatukan umat Islam itu bukan fiqih, tapi akidah," terangnya. (rjo/idh)











































