Tokoh lintas agama yang hadir di antaranya Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, Said Aqil Siroj; Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia sekaligus Uskup Agung Jakarta, Suharyo; Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Henriette Hutabarat Lebang; Ketua Umum Niciren Syosyu Indonesia, Suhadi Sendjaja; Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya; Ketum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana, dan Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Luthfi Attamimi; dan Kabagintelkam Polri, Komjen Lutfi Lubihanto.
Pembacaan sikap ini dibacakan secara bergantian oleh para ketua organisasi keagamaan. Seruan moral ini digelar di kantor PBNU, Jl Kramat, Senen, Jakarta Pusat (17/4/2017). Berikut sikap mereka:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Mengingat pentingnya Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 untuk masa depan bangsa, maka kami mengajak seluruh umat beragama yang mempunyai hak pilih, memberikan prioritas waktu untuk datang ke TPS-TPS dan menggunakan hak pilihnya. Setiap warga negara yang baik, wajib berpartisipasi dalam Pilkada ini sebagai suatu wujud pengorbanan yang nyata bagi nusa dan bangsa.
3. Dalam menentukan pilihan sesuai dengan suara hati setiap umat beragama harus mengedepankan nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan yang diharapkan memberi makna positif bagi kehidupan berbagsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
4. Mari kita terus berdoa agar Tuhan selalu menjaga bangsa dan negara kita, agar para pemimpinnya senantiasa diberi hidayah dan terang kebijaksanaan sehingga melalui proses ini kita bersama-sama dapat maju menuju Indonesia yang semakin adil, makmur, dan beradab.
5. Mari kita semua menjaga dan menjamin masa tenang yang sedang berlangsung seraya menghindari berbagai bentuk intimidasi serta politisasi agama. (imk/erd)











































