"Jangan sampai mengakibatkan perpecahan bangsa," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, Senin (17/4/2017).
Ketika ditanya mengenai tanggapannya soal pilkada, ia enggan memberikan komentar apa pun. Namun ia berpesan untuk pilkada nanti agar tidak timbul huru-hara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Patuh aturan, jangan menimbulkan atau jangan ada kecurangan, harus jujur ya, tidak boleh ada huru-hara, dan tidak boleh menimbulkan perpecahan," tutur Ma'ruf.
Menurutnya, pilkada nanti adalah hak masyarakat. Ia mengimbau warga memilih sesuai dengan hati nurani secara jujur.
"Ya masing-masing masyarakat memilih, sesuai hati nuraninya, tidak ada perpecahan, nggak boleh ada kecurangan, harus dilakukan dengan cara jujur," ucapnya.
Sedangkan ketika ditanya tentang Tamasya Al Maidah, yang akan terjadi saat pilkada nanti, ia juga enggan berkomentar.
"Saya belum tahu, saya belum tahu," ujarnya. (imk/van)











































