Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono mengatakan penambahan saksi ini berasal dari warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yang kemungkinan mengetahui peristiwa itu.
"Sudah ada 19 orang sampai sekarang (yang dimintai keterangan). (Mereka) dari lingkungan situ, jadi kan ada yang memeriksa yang ada di sekitar masjid, sekitar rumah, di sekitaran masuk gang rumahnya korban," kata Argo saat dihubungi detikcom, Minggu (16/4/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CCTV kan kemarin dibawa ke KPK. Dua hari selanjutnya diserahkan ke Polres untuk dianalisa. Sekarang sedang dianalisa dari gambar CCTV itu," ujarnya.
Belum diketahui berapa banyak CCTV yang diamankan untuk dijadikan barang bukti. Sebab, selain di rumah Novel, saat identifikasi ulang, ada sebuah kamera CCTV di rumah warga yang berlokasi di Jalan Bellyra Raya yang letaknya sekitar 400 meter dari TKP.
Namun Argo mengatakan analisis akan dilakukan dengan mencocokkan keterangan saksi dengan gambar yang ada di rekaman CCTV tersebut.
"Mudah-mudahan di CCTV ada rekamannya. Nanti kita lihat dulu bagaimana akan dianalisa, lalu disinkronkan gambar CCTV itu dengan keterangan dari saksi," ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, Novel diserang oleh orang tak dikenal menggunakan cairan yang diketahui sebagai asam sulfat. Akibat paparan cairan tersebut, Novel harus mendapatkan perawatan intensif di Singapura.
Sebelumnya, Novel sempat dirawat di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakut, dan RS Jakarta Eye Center, Menteng, Jakpus. Dia dirawat di Singapura agar mendapatkan perawatan yang lebih optimal. (jbr/rvk)











































